Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wad Madani Jatuh ke Tangan RSF, Komandan Tentara Sudan Terancam Sanksi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Desember 2023 14:38 2:38 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Desember 2023 14:38
Bagikan
sudan
Bagikan

Hidayatullah.com– Panglima militer Sudan mengecam para komandan yang “lalai” sehingga kota penting Wad Madani jatuh ke tangan pasukan paramiliter RSF.

Tentara Sudan sebelumnya dihujani kecaman karena mundur dari ibu kota negara bagian Gezira itu tanpa perlawanan.

Lebih dari 300.000 orang terpaksa meninggalkan Gezira, yang dianggap sebagai tempat aman sejak perang saudara pecah di Sudan delapan bulan lalu.

Empat hari setelah kejatuhan Wad Madani, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan mengangkat masalah itu ke publik.

“Kami akan menuntut pertanggungjawaban setiap komandan yang lalai. Mereka yang bertanggung jawab atas penarikan mundur ini juga harus dimintai pertanggungjawaban tanpa keringanan hukuman,” tegas Al-Burhan seperti dilansir BBC Sabtu (23/12/2023).

Baca Juga

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Pihak militer mengatakan akan menyelidiki “penarikan pasukan tak terduga” itu, yang membuat pasukan Rapid Support Forces (RSF) dengan mudah mengambil alih Wad Madani.

Kelompok paramiliter RSF, yang memerangi tentara pemerintah Sudan sejak April, diyakini sudah menguasai hampir 70% wilayah ibu kota, Khartoum, serta sebagian besar wilayah Darfur di bagian barat Sudan.

Elsadig Elnour, direktur Islamic Relief Sudan, yang berada di Wad Madani ketika terjadi pertempuran mengatakan kepada BBC Newsday bahwa warga sipil panik.

Di Wad Madani banyak pengungsi, kata Elnour. “Belum lagi mereka pulih dari trauma yang dialami di Khartoum, sekarang mereka sudah harus mengungsi ke tempat lain di Sudan.”

“Mereka tidak tahu harus bermukim di mana dan siapa yang akan menolong mereka.”

Sejak perang saudara pecah, selain menampung pengungsi Wad Madani juga menggantikan Khartoum sebagai pusat operasi bantuan kemanusiaan.

Sejak RSF bercokol di sana, organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan juga terpaksa ikut mengungsi ke daerah lain.

Staf dari kelompok bantuan medis EMERGENCY NGO termasuk yang pergi meninggalkan Wad Madani. Koordinator programnya Dr Gina Portella menyebut situasi di sana sebagai “bencana”.

Timnya kesulitan memantau keberadaan dan kondisi pasien di Wad Madani disebabkan buruknya jalur telekomunikasi.

Seorang warga yang menolak untuk pergi dari kampungnya mengatakan kepada BBC, “Wad Madani sekarang seperti kota hantu.”

“Toko-toko tutup, rumah sakit tidak memberikan pelayanan dan tidak tampak kehadiran tentara atau polisi. Hanyabada petempur RSF di sini,” kata pria yang berprofesi sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi itu yang tidak ingin namanya disebutkan.

Banyak warga sipil dan pekerja bantuan kemanusiaan pergi meninggalkan Wad Madani menuju negara bagian Gedaref, Sennar dan Nil Putih

Bukan berarti mereka akan tenang di tempat baru, karena tersiar kabar bahwa pasukan RSF juga akan menduduki wilayah-wilayah lain.

“Semua orang panik – bahkan di kota-kota lain selain Gedaref – khawatir RSF akan menggalakkan serangan dan menguasai Gedaref,” kata Elnour, bersiap untuk memindahkan tim Islamic Relief dari Gedaref.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, perang saudara di Sudan kali ini sudah memaksa sekitar tujuh juta orang meninggalkan rumah mereka.

Stephane Dujarric, jubir sekretariat jenderal PBB, mengatakan Sudan mengalami krisis pengungsian terbesar di dunia. 

Ironisnya, pengungsian itu terjadi disebabkan perang saudara, perebutan kekuasaan di kalangan sesama anak bangsa sendiri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:RSFSudanWad Madani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Mantan Prajurit Zionis ‘Israel’ Trauma di Perang Gaza: “Saya Sampai Ngompol di Celana”
Tulisan selanjutnya KNPK Indonesia Ajak Masyarakat Waspadai Capres – Cawapres Memperjuangkan Isu HAM Tanpa  Sikap Kritis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?