Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Presiden dan Para Pejabat Tinggi Amerika Tidak Tahu Bos Pentagon Masuk Rumah Sakit

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Januari 2024 19:16 7:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Januari 2024 13:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan dirinya akan bertanggung jawab penuh atas kerahasiaan seputar kondisi kesehatannya, setelah terungkap bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan para pejabat tinggi AS baru mengetahui bahwa bos Pentagon itu dimasukkan ke rumah sakit setelah lima hari kemudian.

Austin, yang saat ini berusia 70 tahun, pada 1 Januari dilarikan ke rumah sakit militer nasional Walter Reed disebabkan apa yang menurut Pentagon “komplikasi akibat prosedur medis elektif”, fakta yang disembunyikan oleh Departemen Pertanahan AS selama lima hari.

Pentagon sampai saat ini belum menjelaskan mengapa Austin perlu dirawat, apakah dia mengalami pingsan pada pekan lalu ataupun menjelaskan kapan kira-kira Menteri Pertahanan AS itu diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Saya mengakui saya seharusnya bisa melakukan lebih baik guna memastikan publik diberikan informasi yang selayaknya. Saya berjanji akan bertindak lebih baik lagi,” kata Austin dalam sebuah pernyataan tertulis hari Sabtu (6/1/2024), seperti dilansir The Guardian.

“Namun, perlu untuk disampaikan bahwa ini adalah tentang prosedur medis saya, dan saya bertanggung jawab penuh atas keputusan saya untuk merahasiakannya,” imbuh Austin.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Pernyataan itu dibuat oleh Austin setelah Associated Press melaporkan bahwa para pejabat tinggi pemerintahan Joe Biden, Pentagon dan para anggota Kongres AS tidak mengetahui selama berhari-hari bahwa Menteri Pertahanan itu dirawat di rumah sakit.

Pentagon tidak menginformasikan kepada dewan keamanan nasional Gedung Putih atau penasihat presiden Jake Sullivan perihal perawatan yang harus dijalani Austin di rumah sakit setelah lima hari kemudian atau pada hari Kamis, menurut dua pejabat pemerintah yang tidak berwenang untuk berbicara kepada publik perihal masalah itu kepada Associated Press dengan syarat nama mereka tidak disebutkan.

Pimpinan US Air Force Mayjen Pat Ryder mengatakan bahwa Gedung Putih dan kantor kepala staf gabungan angkatan bersenjata AS memberitahukan pihaknya perihal Austin yang dirawat di rumah sakit, tetapi dia tidak menjelaskan kapan pemberitahuan itu diterimanya.

Ryder mengatakan para anggota Kongres AS diberitahu pada hari Jumat petang. Sementara pejabat lain mengatakan anggota parlemen AS diberitahu dibatas pukul 5 sore. Tidak diketahui pasti kapan jajaran petinggi Pentagon diberitahu perihal bos mereka yang dilarikan ke rumah sakit. Namun, banyak staf mengetahui informasi itu disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dirilis beberapa menit sebelum pukul lima petang. Banyak di antara mereka yang mengira Austin sedang berlibur pada pekan itu.

Anggota Senat AS dari partai Republik Roger Wicker menuding Pentagon gagal memberitahukan segera kepada Kongres tentang masalah penting seperti itu sebagaimana yang digariskan oleh peraturan yang berlaku.

Tidak jelas seberapa banyak pejabat Gedung Putih yang mengetahui tentang informasi itu. Seorang pejabat yang tidak berkenan disebut namanya mengatakan kepada Associated Press bahwa Presiden Joe Biden baru menerima informasi itu pada Kamis malam (4/1/2024). Seorang pejabat lain mengatakan bahwa Menteri Pertahankan dan Presiden AS berbicara pada Sabtu malam.

Dalam struktur komandan pertahanan dan keamanan Amerika Serikat, Austin sebagai menteri pertahanan berada tepat di bawah Biden sebagai presiden AS. Dengan demikian dia harus selalu siap siaga untuk merespon masalah apapun berkaitan dengan krisis keamanan nasional.

Tidak jelas sejauh mana Austin melimpahkan kewenangannya kepada wakilnya, Kathleen Hicks, di saat dirinya tidak berada di tempat tugas.

Parahnya, diketahui pula bahwa Hicks yang seharusnya mengemban tugas Austin ketika absen, juga tidak berada di tempat ketika bos Pentagon itu terbaring di rumah sakit. Kabarnya wakil bos Pentagon itu berada di Puerto Rico.

Dari sini jelas bahwa di hari-hari awal tahun baru 2024, dua kursi komando tertinggi keamanan AS di bawah langsung presiden dalam posisi kosong.

Seorang juru bicara hari Sabtu mengatakan bahwa Austin sudah melanjutkan tugasnya secara penuh pada Sabtu malam tetapi dia masih berada di rumah sakit.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatLloyd AustinPentagon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Umum Hidayatullah Serukan Hindari Politik Uang
Tulisan selanjutnya Ada yang Berupaya Membungkam Suara Pro-Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?