Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Maladewa yang Mayoritas Muslim Usir Tentara India, Beri Deadline 15 Maret

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Januari 2024 01:14 1:14 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Januari 2024 06:00
Bagikan
Patroli tentara India pasca serangan
Bagikan

Hidayatullah.com – Maladewa telah memberikan tenggat waktu kepada India hingga 15 Maret untuk menarik pasukannya dari negara kepulauan dengan mayoritas penduduk Muslim ini.

Kabar ini terungkap dalam sebuah konferensi media pada hari Minggu yang disampaikan oleh sekretaris kebijakan publik Presiden Maladewa, Abdulla Nazim Ibrahim.

“Personel militer India tidak dapat tinggal di Maladewa. Ini adalah kebijakan Presiden Dr. Mohamed Muizzu dan kebijakan pemerintahan ini,” kata sekretaris kepresidenan.

Muizzu sebelumnya mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Sabtu bahwa Maladewa bukanlah “halaman belakang suatu negara tertentu.”

“Kami adalah negara yang merdeka dan berdaulat,” katanya menjawab pertanyaan dari wartawan di Bandara Internasional Velana setelah melakukan perjalanan ke Cina. “Kami mungkin negara kecil, tapi itu tidak memberi Anda lisensi untuk menggertak kami,” tegas Muizzu.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Tuntutan ini pertama kali dilontarkan oleh Malawadewa setelah Mohamed Muizzu terpilih sebagai presiden negara di Samudera Hindia ini pada akhir tahun lalu.

Para pejabat dari Maladewa dan India, termasuk diplomat tertinggi New Delhi di Male, Munu Mahawar, mengadakan perundingan pada hari Minggu mengenai penarikan pasukan India, kata Ibrahim.

Baca juga: Presiden Mohamed Muizzu Minta Tentara India Tinggalkan Maladewa

Sebanyak 88 personel militer India berada di Maladewa, menurut Sun News, sebuah situs berita yang berbasis di ibukota Male, mengutip angka-angka pemerintah.

New Delhi mengatakan bahwa mereka berada di sana untuk memelihara dan mengoperasikan dua helikopter dan sebuah pesawat terbang yang disumbangkannya ke negara tersebut. Namun selama kampanye pemilihannya, Muizzu berjanji untuk memindahkan pasukan tersebut dari Maladewa.

Muizzu, yang mendukung hubungan yang lebih erat antara Maladewa dan Cina, mengalahkan Presiden yang sedang menjabat, Ibrahim Mohamed Solih, yang secara luas dianggap pro-India, akhir tahun lalu.

New Delhi menikmati hubungan yang nyaman dengan Male di bawah pemerintahan Presiden Solih, dan menggelontorkan ratusan juta dolar ke tempat wisata tersebut. New Delhi juga mendanai proyek-proyek infrastruktur, baik besar maupun kecil, di negara ini.

Para analis mengatakan bahwa pergantian penjaga di Male dapat memberikan kesempatan tidak hanya bagi Beijing tetapi juga bagi para investor China.*

Baca juga: Dikenal Pro-China Mohamed Muizzu Menang Pemilihan Presiden Maladewa

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaMaladewaMohamed MuizzuMuslimNegara Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Tembak Jatuh Roket Anti-Kapal dari Wilayah Houthi
Tulisan selanjutnya Orang Terkaya di Dunia Harta 5 Orang Terkaya di Dunia Naik Dua Kali Lipat Sejak 2020

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?