Hidayatullah.com—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa seorang presiden boleh saja ikut berkampanye dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Selain itu, lanjut Jokowi, presiden juga boleh memihak kepada calon tertentu.
“Presiden itu boleh loh kampanye, boleh loh memihak. Boleh,” kata Jokowi di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 24 Januari 2024.
“Tapi yg paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” lanjutnya dalam acara penyerahan pesawat keempat C-130J Super Hercules.
Selain itu, Jokowi berpandangan bahwa menteri-menteri yang berasal dari non politik boleh ikut berkampanye karena mereka juga memiliki hak demokrasi dan hak politik.
“Hak demokrasi, hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja,” ucap Jokowi.
Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan bahwa seorang menteri dan presiden merupakan pejabat publik sekaligus pejabat politik. Oleh karena itu, menurutnya presiden dan menteri boleh saja ikut berpolitik.
“Kita ini pejabat publik sekaligus pejabat politik, masa gini gaboleh, gitu gaboleh. Boleh. Menteri juga boleh,” jelas Jokowi.
Acara penyerahan pesawat C-130J Super Hercules diwarnai momen menarik. Momen tersebut yakni saat Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, tiga kepala staf angkatan, hingga Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, kompak mengenakan jaket bomber berwarna biru tua.
Jaket biru itu diberikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.*