Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Taliban Berhasil Lunasi Utang Tagihan Listrik Negara Senilai Rp 9,8 Triliun

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Februari 2024 23:09 11:09 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 7 Februari 2024 07:00
Bagikan
Taliban Afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com – Breshna Sherkat, distributor listrik Afghanistan yang kini dipimpin Taliban, mengumumkan bahwa mereka telah melunasi tagihan-tagihan listrik senilai $627 juta (setara Rp 9,8 T) kepada negara-negara regional, termasuk Iran, Uzbekistan, Tajikistan dan Turkmenistan.

Hekmatullah Maiwandi, juru bicara perusahaan, menyatakan bahwa hutang-hutang tersebut ditanggung oleh pemerintah sebelumnya dan sekarang telah “sepenuhnya” dilunasi.

Maiwandi tidak mengungkapkan sumber dana yang digunakan untuk melunasi hutang-hutang tersebut.

Sebelumnya, pihak berwenang Taliban di perusahaan listrik tersebut mengklaim bahwa mereka telah melunasi semua utang luar negeri.

Eurasianet melaporkan pada tanggal 1 Februari bahwa Daler Juma, Menteri Energi dan Sumber Daya Air Afghanistan, mengonfirmasi bahwa Imarah Islam Afghanistan telah membayar lunas utang listriknya.

Baca Juga

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejak tahun 2021, pemerintahan yang dipimpin Taliban telah menjadi pembayar yang tidak konsisten. Meskipun secara teratur melakukan pembayaran parsial ke Tajikistan, mereka telah berjuang untuk sepenuhnya melunasi utang-utangnya.

Baca juga: Afghanistan yang Kaya Mineral Tanda Tangani Kontrak Pertambangan Senilai Rp 99 Triliun

Pada tahun 2023, Tajikistan mengekspor 2,7 miliar kilowatt-jam listrik, senilai 110,4 juta dolar AS, meningkat 5% dari tahun 2022, menurut Juma. Ia tidak merinci berapa banyak dari jumlah tersebut yang dialokasikan ke Afghanistan.

Tajikistan saat ini mengekspor listrik ke Afghanistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Juma mencatat bahwa sebagian besar ekspor listrik terjadi pada musim semi dan musim panas, karena kelebihan kapasitas dari fasilitas pembangkit listrik tenaga air, kecuali ke Afghanistan, yang menerima listrik sepanjang tahun untuk infrastruktur penting. Rincian tarif untuk ekspor ini tidak tersedia untuk umum.

Terlepas dari tantangan-tantangan ini, kedua negara terus melanjutkan dialog ekonomi. Omset perdagangan pada tahun 2023 mencapai $98 juta, turun 12% dari tahun sebelumnya.

Kabul juga telah menyatakan minatnya untuk melanjutkan proyek CASA-1000, sebuah inisiatif yang didukung oleh Barat yang menghubungkan sumber daya tenaga air Kirgistan dan Tajikistan ke Afghanistan dan Pakistan.*

Baca juga: Taliban Berkuasa Produksi Opium Afghanistan Turun 95%, PBB Justru Khawatir

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanHutang NegaraImarah Islam AfghanistanlistrikTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RSUD Duren Sawit Caleg Gangguan Jiwa Stres Pemerintah DKI Jakarta Siapkan 25 Puskesmas untuk Caleg Stres
Tulisan selanjutnya Inflasi Tinggi Sampah Makanan di Prancis Berkurang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?