Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Inflasi Tinggi Sampah Makanan di Prancis Berkurang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Februari 2024 07:55 7:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Februari 2024 07:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Inflasi mendorong penurunan sampah makanan di Prancis, menurut hasil survei terbaru. Di satu sisi ini merupakan kabar baik karena sampah berkurang, tetapi dari sisi perekonomian mengkhawatirkan karena berarti masyarakat sedang berhemat bahkan untuk makan.

Pada tahun 2023 inflasi di Prancis mencapai 4,9 persen sehingga rumah tangga di negeri itu harus mengontrol ketat anggaran pangan mereka, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan kredit konsumen Cetelem milik BNP Paribas seperti dilansir AFP Senin (5/2/2024). Akibatnya, terjadi penurunan sampah makanan di 87 persen rumah tangga.

“Sampah makanan, jika Anda mau, bisa dikatakan menjadi korban inflasi kuat pada produk-produk makanan,” kata ekonom BNP Flavien Neuvy perihal hasil survei, yang bertanya kepada responden warga dari Prancis dan 9 negara Eropa lain bagaimana mereka menghadapi inflasi.

Secara umum, rumah tangga lebih memperhatikan anggaran mereka pada 2023, terutama pengeluaran untuk belanja makanan. Satu dari tiga responden Eropa mengaku makan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Prancis angka itu lebih tinggi, di mana 41 persen responden mengaku makan lebih sedikit pada 2023 dibandingkan 2022.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Secara keseluruhan, 55 persen responden Eropa mengaku membeli lebih sedikit daging atau ikan guna mengurangi pengeluaran, dan 49 persen mengaku mengurangi jumlah produk organik yang mereka beli. Sebagaimana diketahui harga bahan makanan organik lebih mahal dibandingkan non-organik.

Survei menunjukkan bahwa inflasi dirasakan lebih keras bagi penduduk di belahan selatan Eropa dibandingkan penduduk di belahan utara, dengan 81 persen responden di Portugal mengaku merasakannya sementara hanya 55 persen responden di Prancis yang mengaku merasakan dampak inflasi.

Bagi 87 persen responden Eropa masalah dampak inflasi lebih mengkhawaitrkan dibandingkan perubahan iklim atau konflik internasional. Sederhananya, lagi-lagi urusan perut merupakan kekhawatiran terbesar bagi masyarakat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inflasiPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Afghanistan Taliban Berhasil Lunasi Utang Tagihan Listrik Negara Senilai Rp 9,8 Triliun
Tulisan selanjutnya Akademisi Aceh Bergerak, MPKA Minta KPU Jujur dan Transparan Akademisi Aceh Bergerak, MPKA Minta KPU Jujur dan Transparan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?