Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas PM Belanda dan Istri Mati Barsamaan Secara Euthanasia di Usia 93

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2024 16:50 4:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2024 15:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Bekas perdana menteri Belanda Dries van Agt dan istrinya mengakhiri hidup secara bersama-sama di usia 93 tahun dengan cara euthanasia.

The Rights Forum, organisasi nirlaba peduli HAM yang didirikan Dries van Agt, hari Jumat (9/2/2024) mengumumkan bahwa pasangan itu meninggal dunia pada hari Senin, dan akan dimakamkan secara kekeluargaan di kota Nijmegen di bagian timur Belanda.

“Beliau wafat bergandengan tangan dengan istri tercinta Eugenie van Agt-Krekelberg, pendukung dan tempat berlabuhnya di mana mereka telah bersama selama 70 tahun dan yang senantiasa disebut sebagai “gadisku”, kata organisasi nirlaba itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Associated Press.

Kedua manula itu kondisi fisiknya semakin rapuh beberapa tahun terakhir. Pada 2019, Van Agt mengalami pendarahan otak saat berpidato di sebuah acara peduli Palestina, dan tidak pernah benar-benar-benar pulih.

Van Agt dikenal dengan referensi kuno dan bahasanya yang muluk-muluk, serta kecintaannya pada bersepeda. Dia terpaksa menghentikan hobi bersepeda pada tahun 2019 setelah terjatuh.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Partai sayap kanan Liberal Party dan Christian Democrat Appeal menguasai pemerintahan Belanda dengan Dries van Agt politiisi CDA didapuk sebagai perdana menteri Belanda dari 1977 sampai 1981. Setelah pemilu, dia kembali terpilih menjadi PM, membentuk koalisi dengan Labour Party dan Democrats 66 dan memerintah selama setahun sampai 1982.

Sepulang dari kunjungan ke Israel pada 1999, dia justru menjadi vokal menyuarakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Dia menyebut perjalanannya itu sebagai “konversi”.

Pada 2009, Van Agt mendirikan The Rights Forum, yang mengupayakan agar pemerintah Belanda dan Eropa membuat kebijakan adil dan berkelanjutan terkait isu Palestina-Israel, menurut organisasi yang dibentuknya itu.

Suami-istri Van agt memiliki tiga anak.

Menanggapi kabar kematiannya, PM Belanda Mark Rutte dalam sebuah pernyataan menyebut Van Agt sebagai “moyangnya di pemerintahan” dan dia telah memberikan warna dan substansi dalam politik Belanda.

Pihak keluarga kerajaan juga memuji Van Agt sebagai seorang pejabat negara dan pribadi yang unik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaDries van Agt
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Kariye yang juga bekas gereja dan museum Turki akan Ubah Bekas Gereja dan Museum Jadi Masjid
Tulisan selanjutnya Terpidana Kasus Pedofilia Diampuni Presiden Hungaria Terpaksa Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?