Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Paus Fransiskus: Ideologi Gender Bahaya Paling Buruk

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Maret 2024 22:09 10:09 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Maret 2024 22:15
Bagikan
Kristen Katolik itu pada simposium internasional 'Pria-Wanita: Citra Tuhan' di Vatikan, Jumat lalu
Bagikan

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus mengutuk teori gender sebagai “ideologi jelek di zaman kita”, dan memperingatkan bahwa penghapusan perbedaan gender merupakan ancaman bagi kemanusiaan, ujarnya dikutip laman vaticannews.va.

Hal itu diungkapkan pemimpin Kristen Katolik itu pada simposium internasional ‘Pria-Wanita: Citra Tuhan’ di Vatikan, Jumat lalu. Menurutnya, ideologi gender telah menghilangkan semua perbedaan yang menjadikan umat manusia menjadi unik.

Menurut Paus, ideologi gender adalah ideologi jelek karena menghapus semua perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Menghilangkan perbedaan ini “berarti menghapus kemanusiaan. Sebaliknya, laki-laki dan perempuan berada dalam ‘ketegangan’ yang bermanfaat,” katanya.

“Pertemuan ini penting untuk dilakukan, pertemuan antara laki-laki dan perempuan, karena yang paling jelek saat ini, bahaya yang paling buruk adalah ideologi gender yang tidak mengakui perbedaan, dengan argumen ‘tidak mengakui perbedaan berarti menghapus kemanusiaan’,” kata Paus berusia 87 tahun itu dikutip RT.

Pernyataan Paus tersebut disampaikan dengan merujuk pada novel distopia, “Lord of the World” yang diterbitkan pada tahun 1907 oleh seorang pendeta Katolik.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Komentar tersebut dipandang bertentangan dengan keputusan Vatikan baru-baru ini yang mengizinkan pemberkatan pasangan sesama jenis yang dianggap sebagian pihak bertujuan untuk membuat gereja, yang menerapkan larangan ketat terhadap pernikahan sesama jenis, dan lebih terbuka terhadap komunitas LGBTQ.

Paus asal Argentina ini telah berulang kali menentang teori gender, yang juga disebut ideologi gender, yang berpandangan bahwa seseorang tidak harus mengikuti gender yang dimiliki sejak lahir, dan bahwa gender dianggap produk dari norma-norma masyarakat, bukan faktor biologis.

Kongres ini diselenggarakan oleh Kardinal Marc Ouellet, Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, bersama dengan Pusat Penelitian dan Antropologi Panggilan (CRAV) dan merupakan tindak lanjut dari Simposium tahun 2022 sebelumnya yang didedikasikan untuk teologi imamat.

Saat memperkenalkan pidatonya, Paus sempat mengatakan masih menderita flu dan meminta asistennya Monsinyur Filippo Ciampanelli membacakan untuknya.

“Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan dan merupakan gambar Sang Pencipta; yaitu, mereka membawa dalam diri mereka keinginan akan keabadian dan kebahagiaan yang telah ditaburkan oleh Tuhan sendiri di dalam hati mereka dan yang harus mereka wujudkan melalui panggilan khusus,” tulisnya.

“Kita dipanggil menuju kebahagiaan, menuju kepenuhan hidup, menuju sesuatu yang besar yang telah ditakdirkan Tuhan untuk kita.”

“Kita adalah bagian dari rencana cinta, dan kita diundang untuk keluar dari diri kita sendiri dan mewujudkannya, untuk diri kita sendiri dan orang lain,”  tulis Paus.”

Sebelumnya, tahun 2019, Vatikan menerbitkan dokumen pendidikan yang dimaksudkan untuk membantu guru sekolah Katolik melawan gagasan yang “menyangkal perbedaan alami antara laki-laki dan perempuan”.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineideologi genderkatolikpaus Fransiskusteori gendervatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peranyaan Nyepi Bertepatan Awal Ramadhan, Muslim Bali Diminta Shalat Tarawih di Rumah
Tulisan selanjutnya Turis Spanyol Ini Aman Bertemu Taliban, Sampai India Diperkosa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?