Travel vloger asal Spanyol ini aman keliling dunia, termasuk di negeri Muslim, tetapi sesampai di India dia mengalami musibah rudapksa
Hidayatullah.com | FERNANDA, seorang influencer dan travel vlogger telah berkeliling dunia dengan aman, bahkan ketika mampir dan melintasi wilayah negeri berpenduduk Muslim. Namun saat tiba di India, dia justru mengalami musibah rudapaksa.
Korban Fernanda, 28, dan suaminya Vicente, 45, seorang Travel vlog yang telah mengunjungi banyak negara di dunia dengan sepeda motor. Ia bahkan mendokumentasikan perjalanan tersebut kepada ratusan ribu pengikut mereka di media sosial.
Pasangan Spanyol-Brasil ini baru saja mengalami kekerasan, dirampok dan dilecehkan secara seksual justru ketika memasuki India.

Musibah mengerikan itu terjadi saat dia sedang dalam perjalanan ke Nepal dari India. Fernanda diperkosa didepan suaminya oleh tujuh pria, sedang Vicente, dipukuli dan ditikam di tenggorokannya,saat membuat kemah darurat untuk bermalam di distrik Dumka di Jharkhand, India.
Aman di Negeri Muslim
Fernanda ada blogger perjalanan sepeda motor. Perempuan cantic ini memiliki lebih dari 300.000 pengikut di Instagram dengan menggunakan motor Vuelta al Mundo en Moto (Keliling Dunia dengan Sepeda Motor).
Lebih dari 66 negara telah ia datangi dengan sepeda motor, dan semua dalam keadaan aman. Semua perjalanannya ia dokumentasikan dalam bentuk foto atau video.
Di salah satu unggahan Instagram-nya ia melintasi Petra, kota batu pasir di Amman, ibu kota Yordania. Ia juga mampir ke Maraya Concert Hall di kawasan Al-Ula, situs Warisan Dunia UNESCO di barat laut Arab Saudi.
“Ini bukan sekadar cermin di tengah gurun, dan jika gedung konser terkenal di Arab Saudi, melihatnya dari dekat sungguh mengesankan 🤩” tulisnya.
Saat melintas di Iraq, ia bahkan dikawal puluhan kelompok motor gedhe berbendera Iraq. “What beatiful memories of Iraq, I always in our heart, we’ll return one dey,” tulisnya.
Kontan unggahan ini disambut banyak netizen.
أهلا وسهلا (selamat datang), “ tulis netizen dengan akun @eng.z5
“Semoga Anda betah di Iraq, silahkan kalian datang kapan saja, 🫡🫡🫡🫡 tulis @hayam5779.

Saat dia melintas di Salalah, Oman, dia dan suaminya bahkan dijamu warga, dan diajak makan nasi mandi menggunakan tangan. “Kenangan di Salalah, dikelilingi hijau memang tidak terasa seperti istirahat, serasa telah lama berada di gurun pasir, sungguh indah menghabiskan waktu di tempat-tempat ini dan bersama orang-orang baik ♥️,” tulis dia.
Fernanda mengakui banyak kenangan indah saat melintasi negeri Muslim. Bahkan dia sendiri menyebut wilayah Muslim lebih aman dibanding di Eropa.
“Kami telah berkemah di 66 negara, Iran, Afghanistan, Pakistan… banyak negara yang dianggap ‘berbahaya’ dan kami tidak pernah mempunyai masalah apapun. Satu-satunya saat kami dirampok adalah di Spanyol, di Barcelona,” kata dia dikutip News.com.au.
Dia bahkan menambahkan, di negeri-negeri itu bahkan “jauh lebih aman daripada Eropa”.
“Kami meninggalkan barang-barang kami di sepeda motor, telepon, kami keluar makan dan tidak ada yang menyentuh apa pun,” ujarnya. “Mereka belum pernah melakukannya. Kami meminta agar keadilan ditegakkan, tidak hanya bagi kami namun juga bagi semua perempuan dan anak perempuan lainnya yang telah mengalami hal ini. Kami tidak akan berhenti hidup dan bersembunyi di rumah karena ketakutan karena sampah ini,” tambah dia.
Bersama Taliban
Selebgram dengan akun Instagram @fernanda.4ever bahkan sempat mengunggah foto bersama tentara Taliban yang kini berganti nama menjadi Imarah Islam Afghanistan.
Fernanda sempat mengabadikan foto selfie-nya di kelompok yang masih ‘ditakuti’ Barat ini. Sebelumnya, dokumentasi ini tidak berarti, namun sejak kasus udapaksa di India, fotonya bersama Taliban mulai viral.
Seorang pengguna social Twitter @ShaykhSulaiman haru Rabu, 6 Maret 2024, mengunggah foto selfie Fernanda dengan Taliban.
“WANITA BRASIL MENGAMBIL SELFIE DAN TAK TERLUKA DENGAN TALIBAN,” tulisnya, diterjemahkan dari bahasa Inggris.
“Tapi dia diperkosa beramai-ramai oleh 7 pria di India.,” sambungnya.
Unggahan itu kemudian memancing reaksi netizen dunia.
“Dia aman di Afghanistan bersama Taliban tetapi tidak di India bersama Sanghis,” kata @Kahlissee, seorang aktivis pro-kemanusiaan
Seorang sangi adalah sematan untuk seorang nasionalis Hindu yang berusaha untuk mengendalikan kelompok minoritas dan mencita-citakan peradaban Hindu kuno.
“Saya yakin perempuan lebih aman di Afghanistan dibandingkan di India,” tulis @HumaZhr.*