Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tanah Retak Petani di Lumbung Padi Vietnam Berharap Hujan Turun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Maret 2024 20:29 8:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Maret 2024 20:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Setiap hari petani Nguyen Hoai Thuong berdoa meminta hujan turun dari langit karena tanah di desanya sudah retak akibat kekeringan, di daerah Delta Sungai Mekong yang dikenal sebagai lumbung padi Vietnam.

Gelombang panas yang melanda kampung Thuong di Provinsi Ben Tre, 130 kilometer arah selatan dari pisat bisnis Ho Chi Minh City, selama berbulan-bulan membuat tanah kering kerontang, lapor AFP Rabu (20/3/2024).

Daerah itu sebenarnya dilewati banyak anak sungai, tetapi gelombang panas yang berlangsung lama dan minimnya curah hujan telah menyebabkan salinasi – menyusupnya air asin dari laut – sehingga berdampak buruk bagi tanaman petani di kawasan pertanian yang menghasilkan bahan pangan bagi negara berpenduduk 90 juta jiwa itu.

“Sangat sia-sia membiarkan sawah kosong seperti ini karena kami tidak memiliki air segar. Saya terpaksa beralih memelihara lembu,” petani berusia 31 tahun Thuong kepada AFP, di desanya yang sangat panas, di mana tanah yang dulu gembur dan basah sekarang retak dan kering.

Tanpa hujan, keluarga Thuong tidak memiliki air segar bahkan untuk kebutuhan rumah tangga. Bulan lalu dia harus merogoh kocek 500.000 dong ($20) untuk membeli air dari tetangga.

Baca Juga

Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal

“Kami tidak memiliki sumber air segar dari dalam tanah untuk digunakan sementara air di permukaan asin,” kata Thuong, sementara ayahnya memompa air dari mobil tanki ke dalam toren berkapasitas 1.000 liter milik keluarganya.

Air tersebut hanya untuk kebutuhan rumah tangga seperti minuman, memasak dan mandi, bujan untuk pertanian.

Setiap tahun kawasan Delta Mekong mengalami intrusi air asin, tetapi semakin parah ketika cuaca panas dan kering dan permukaan air laut naik.

Tahun ini delta itu mengalami gelombang panas yang lebih panjang dari biasanya, sehingga menyebabkan kekeringan di sejumlah titik, penurunan debit air di kanal dan intrusi air asin.

Hasil studi Water Resources Science Institute di bawah Kementerian Lingkungan yang dipublikasikan pekan lalu menyebutkan bahwa kawasan delta, yang menjadi sumber kehidupan puluhan juta orang, menghadapi kerugian $3 miliar setahu akibat gagal panen sementara semakin banyak intrusi air asin ke lahan kering.

Provinsi Ben Tre, di mana kampung Thuong berada, mengalami kerugian sekitar $472 juta setiap tahun dari 2020 sampai 2023, menurut hasil studi tersebut.

Petani bernama Nguyen Van Hung beruntung karena dia memiliki banyak air tanah yang bisa dijualnya untuk menghasilkan uang.

“Di masa kekeringan dan intrusi air asin, saya menjual air segar kepada para tetangga. Tapi sejujurnya, saya tidak senang,” kata Hung.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hujanVietnam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Mudik Gratis dari Pemerintah DKI Jakarta, Cek Lokasinya
Tulisan selanjutnya China Melarang Warganya Melakukan Aktivitas Pejudian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim

Berita
3 Oktober 2026 15:37
Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
Pakar Filsafat Islam UNIDA Ungkap Penyebab Generasi Muda Terpapar Ateisme di Media Sosial
Ustadz Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat

Terbaru

  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya

Mungkin Anda Juga Suka

Yahudi Inggris
Berita

Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester

4 Oktober 2026 13:54
Berita

Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

3 Oktober 2026 20:35
Berita

Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya

3 Oktober 2026 20:04
Berita

Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam

3 Oktober 2026 17:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?