Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Demonstrasi Pro-Palestina Meluas di Kampus-Kampus Ternama AS

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 24 April 2024 00:48 12:48 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 24 April 2024 05:00
Bagikan
Demonstrasi Pro Palestina di Universitas dan Kampus Ternama AS
Bagikan

Hidayatullah.com – Demonstrasi pro-Palestina di universitas-universitas besar di Amerika Serikat terus meluas meskipun adanya intimidasi berupa penangkapan oleh polisi, penangguhan oleh pengelola kampus, dan sabotase oleh kelompok lobi pro-Israel.

Columbia, sebuah universitas bergengsi di kota New York, menjadi pusat protes mahasiswa yang menentang genosida Israel di Gaza. Protes yang dimulai pada tanggal 22 April kini telah menyebar ke universitas-universitas lain, termasuk Harvard, Universitas New York, Yale, Arizona State, dan California State Polytechnic University di Humboldt.

Polisi telah menangkap puluhan orang di Universitas Columbia dan Yale karena menolak untuk meninggalkan perkemahan protes setelah pihak pengelola meminta mereka untuk meninggalkannya.

Grant Miner, seorang mahasiswa Universitas Columbia yang berunjuk rasa mengatakan kepada New Statesman bahwa tuntutan para pengunjuk rasa termasuk “amnesti bagi mahasiswa yang telah diskors oleh pemerintah atas protes kampus sebelumnya [dia termasuk salah satu dari mereka]; divestasi obligasi dan ekuitas Israel; transparansi keuangan tentang bagaimana universitas menginvestasikan dana abadi senilai $14 miliar.”

Aksi demonstrasi tersebut menjadi berita utama di Amerika Serikat pada hari Senin ketika kuburan massal baru ditemukan di luar Rumah Sakit Nasser di Gaza dengan lebih dari 200 mayat warga sipil, termasuk dokter dan perawat, serta wanita, pria, dan anak-anak, yang semuanya dibunuh oleh pasukan penjajah Israel.

Baca Juga

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Pada Senin malam, polisi membubarkan para demonstran yang berkemah di Gould Plaza Universitas New York atas permintaan universitas. Sejumlah dosen dan mahasiswa ditangkap.

The Washington Post melaporkan bahwa video di media sosial menunjukkan “puluhan petugas terlibat konfrontasi yang menegangkan dengan para pengunjuk rasa. Beberapa petugas melemparkan tenda, dan yang lainnya bergulat dengan para demonstran. Video juga menunjukkan polisi memasukkan orang-orang, yang tangannya diikat di belakang punggung, ke dalam bus-bus pemasyarakatan.”

Konfrontasi dimulai setelah polisi universitas memblokir akses ke alun-alun pada Senin pagi, di mana sekitar 50 demonstran berdemonstrasi “tanpa izin,” kata juru bicara NYU, John Beckman.

Pembatas tersebut diterobos pada sore hari oleh para pengunjuk rasa susulan, “banyak di antaranya yang kami yakini tidak berafiliasi dengan NYU,” yang menunjukkan “perilaku yang tidak teratur, mengganggu, dan memusuhi” dan menolak untuk pergi saat diberitahu bahwa protes tersebut akan dibubarkan, katanya. Universitas kemudian meminta bantuan dari NYPD (Departemen Kepolisian New York), katanya, dan menambahkan bahwa ada “beberapa insiden antisemit yang dilaporkan.”

Baca juga: Bayi di Gaza Ini Lahir dalam Keadaan Yatim Piatu melalui Operasi Caesar setelah Serangan Zionis

Pekan lalu, lebih dari 100 mahasiswa di Columbia ditangkap dengan tuduhan kekerasan dan antisemitisme di antara para pengunjuk rasa. Komisaris NYPD Edward Caban mengatakan: “Para mahasiswa yang ditangkap bersikap damai, tidak melakukan perlawanan apapun, dan mengatakan apa yang ingin mereka katakan.”

Menurut Grant Miner, seorang mahasiswa Yahudi Columbia, tuduhan antisemitisme tidak berdasar.

“Saya tidak yakin apa yang dimaksud oleh orang-orang itu,” kata Miner. “Saya sendiri adalah seorang Yahudi. Narasinya adalah … kami adalah gerombolan yang kejam, dan tidak ada kekerasan di sini. Satu-satunya sentimen anti-Yahudi yang saya terima adalah dari orang-orang Yahudi Zionis garis keras yang menyebut saya sebagai orang Yahudi palsu. Bahkan, saya mendapat email yang lucu ke email kantor saya yang menyebut saya, hanya dengan judul, ‘Judenrat’.”

Wartawan Max Blumenthal melaporkan bahwa kelompok-kelompok lobi pro-Israel menawarkan “kompensasi uang tunai” kepada para pemuda Zionis yang “bersedia mengenakan keffiyeh dan berjalan dalam demonstrasi-demonstrasi ini” sebagai provokator untuk menyebarkan slogan-slogan antisemit dan mengeluarkan ancaman-ancaman terhadap orang-orang Yahudi.

Pada hari Senin, Senator Partai Republik Tom Cotton dan Josh Hawley menggunakan dugaan kekhawatiran akan keselamatan para mahasiswa Yahudi untuk menuntut agar Presiden Joe Biden meminta Garda Nasional untuk membubarkan demonstrasi di Universitas Columbia.*

Baca juga: Ribuan Orang Ikut Demonstrasi Pro-Palestina Menentang Islamopfobia dan Rasisme

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aksi Bela PalestinaAmerika SerikatASdemonstrasi pro-palestinapalestinaUniversitas ColumbiaUniversitas Harvard
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dikabarkan Mengalami Pankreatitis Ramzan Kadyrov Pamer Video nge-Gym
Tulisan selanjutnya Karyawan Google Kembali dipecat Google Kembali Pecat Karyawan Gegara Demo Israel, Total Capai 50

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?