Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Google Kembali Pecat Karyawan Gegara Demo Israel, Total Capai 50

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 24 April 2024 01:35 1:35 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 24 April 2024 06:00
Bagikan
Karyawan Google Kembali dipecat
Bagikan

Hidayatullah.com – Google kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 20 karyawannya karena sikap mereka yang menentang kontrak perusahaan tersebut dengan Israel dan agresi Zionis di Gaza.

Daftar isi
  • Proyek Nimbus
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Raksasa teknologi itu sebelumnya telah memecah 28 karyawan karena alasan yang sama. Hingga kini total telah 50 karyawan telah dipecat oleh Google, lansir Washington Post (23/04).

Hal ini terjadi setelah CEO Google Sundar Pichai berpendapat bahwa perusahaan ini tidak berpolitik. Selain itu, kepala keamanan global Chris Rackow juga menimbang bahwa perusahaan teknologi raksasa ini tidak akan mentolerir protes dengan kaliber dan perilaku seperti ini.

Ia mengatakan, “Perilaku seperti ini tidak memiliki tempat di tempat kerja kami dan kami tidak akan mentolerirnya,” dan “Setelah penyelidikan, hari ini kami memberhentikan dua puluh delapan karyawan yang terbukti terlibat. Kami akan terus menyelidiki dan mengambil tindakan yang diperlukan”.

Seorang juru bicara Google mengkonfirmasi PHK tersebut setelah perusahaan melakukan investigasi terhadap protes pada 16 April yang terjadi di dua kantor Google di Sunnyvale, California, dan New York City di mana para karyawan pro-Palestina melakukan aksi mogok kerja selama 10 jam.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Baca juga: Google Pecat 28 Karyawannya Akibat Protes terhadap Proyek Kerja Sama dengan ‘Israel’

Proyek Nimbus

Proyek Nimbus adalah sebuah layanan cloud yang memungkinkan penyimpanan data, pengumpulan, dan prediksi potensi data dan motif. Kontrak yang dimaksud telah ditandatangani oleh Google pada April 2021 dengan tambahan Amazon juga.

Agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza telah mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 34.151 warga Palestina yang di antaranya adalah anak-anak tak berdosa.

Selain itu, setidaknya 77.084 orang terluka akibat serangan yang terus berlanjut dan 27 anak menjadi korban malnutrisi, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.*

Baca juga: Google Pecat Insinyur yang Tolak Bangun Teknologi Mendukung Genosida Palestina

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazagoogleGoogle Pecat KaryawanHeadlinePHKPro-Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstrasi Pro Palestina di Universitas dan Kampus Ternama AS Demonstrasi Pro-Palestina Meluas di Kampus-Kampus Ternama AS
Tulisan selanjutnya Hizbullah Serang Markas Brigade Golani Israel dengan Drone

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?