Hidayatullah.com–Aktivitasnya sebagai kristolog sekaligus Ketua Umum Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta) membuat Abu Deedat Syihabuddin kerap mendapat teror.
Hal ini dikatakan Abu Deedat saat berbincang dengan hidayatullah.com, Rabu (25/12/2013) sore. Menurut dia, bentuk teror yang diterimanya beragam macam.
“Saya sering mendapat kiriman ratusan SMS dari nomor yang sama dalam waktu yang bersamaan pula. Isinya ancaman. Karena tidak tertampung memori, handphone saya sering error, maka seringkali SMS penting buat saya sulit masuk,” ucap Abu Deedat yang juga sebagai salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Tidak hanya melalui SMS, ia juga mengaku berkali-kali mendapat ancaman pembunuhan melalui telepon.
“Ancaman itu intinya meminta saya untuk menghentikan aktivitas yang saya lakukan,” jelasnya.
Setiap mengisi kajian kristologi interaktif di Radio Dakta Bekasi sepekan sekali, Abu Deedat pun tidak luput dari teror. Layanan SMS redaksi Radio Dakta mendadak error karena masuknya SMS dalam jumlah ratusan.
“Isi SMS itu beragam, ada yang ancaman, juga ada yang jorok. Itu biasa terjadi saat saya on air di Radio Dakta,” kata Abu Deedat.
Abu Deedat juga menduga kasus pencurian laptop dan hardisk miliknya yang berisi data-data penting kristenisasi dan kristologi juga bagian dari teror.
“Ya, saya menduga ini merupakan teror untuk menghentikan aktivitas saya,” tegasnya.
Seperti diketahui, Abu Deedat Syihabuddin dikenal sebagai aktivis yang konsen menangani kasus kristenisasi. Ia juga pakar kristologi yang piawai melakukan debat dengan para pendeta dan missionaris. Banyak orang yang tidak senang dengan aktivitas yang dilakukan Abu Deedat.*