Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Angka Kelahiran Terendah di Dunia, Korsel Bentuk Kementerian Baru untuk Atasi Krisis Populasi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Mei 2024 01:58 1:58 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Mei 2024 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Korea Selatan mengumumkan akan membentuk sebuah kementerian baru untuk mengatasi krisis populasi yang disebabkan rendahnya angka kelahiran di negara tersebut.

Daftar isi
  • Tingkat Kesuburan Rendah dan Populasi Tua
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Keputusan ini diungkapkan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol saat berpidato di depan parlemen. Ia bahkan sampai meminta dukungan oposisi dan rakyat untuk meloloskan undang-undang guna membentuk kementerian baru tersebut.

“Untuk mengatasi angka kelahiran yang rendah, yang dapat dianggap sebagai keadaan darurat nasional, kami akan mengerahkan seluruh kemampuan negara,” ujar Presiden Yoon Suk dikutip kantor berita Yonhap pada Kamis (09/05).

Para pejabat prihatin dengan terus menurunnya populasi di negara ini, dengan tingkat kelahiran mencapai titik terendah 0,72 pada tahun 2023.

Apabila tidak segera diatasi, angka kelahiran diperkirakan akan terus menurun hingga 2025 dan dikhawatirkan dapat menyentuh angka 0,65.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Baca juga: Biaya Pemeliharaan Anak Mahal, Wanita Korea Pilih Bekukan Telur

Menurut Institut Kependudukan Semenanjung Korea untuk Masa Depan, populasi Korsel yang aktif secara ekonomi dapat turun hampir 10 juta pada tahun 2044.

Jumlah penduduk berusia 15 sampai 64 tahun, yang mencapai 36,57 juta di tahun 2023, diproyeksikan akan turun menjadi 27,17 juta di tahun 2044, menurut Yonhap, mengutip laporan terbaru dari institut tersebut.

Laporan juga memperingatkan bahwa jumlah kematian juga diperkirakan akan mencapai 746.000 pada tahun 2060, sementara kelahiran diperkirakan hanya 156.000, yang mengakibatkan penurunan populasi alami sebesar 590.000.

Total populasi negara ini adalah 51,71 juta pada tahun 2023, dengan proyeksi penurunan menjadi 39,69 juta pada tahun 2065, menurut laporan tersebut.

Tingkat Kesuburan Rendah dan Populasi Tua

Tingkat kesuburan yang rendah dan semakin banyaknya penduduk tua juga berperan besar dalam krisis populasi Korsel. Melansir Times, pada 2022, Korsel menjadi negara dengan tingkat kesuburan terendah di dunia, yakni 0,78.

Tak hanya karena faktor genetik, kondisi tersebut turut disebabkan karena masyarakat Korsel yang enggan memiliki anak.

Sementara itu, masyarakat Korea Selatan juga disebut-sebut sedang menuju masyarakat super-tua pada tahun 2025. Sekedar informasi, negara dengan masyarakat super-tua adalah saat negara tersebut memiliki proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai 20 persen dari total populasi.*

Baca juga: Malas Nikah dan Punya Anak, Penduduk Korsel Diprediksi akan Punah

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Angka Kelahiran Terendah 2023Korea SelatanKrisis Penduduk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jubir ‘Israel’: Gaza adalah Medan Perang Tersulit di Dunia
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Bacalah dengan Menyebut Nama Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

21 Juli 2026 14:37
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?