Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Biaya Pemeliharaan Anak Mahal Wanita Korea Pilih Bekukan Telur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Mei 2022 17:44 5:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Mei 2022 17:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Di Korea Selatan, semakin berkurang wanita yang memiliki anak dan, kalaupun mereka mau, mereka memilih untuk menunda dengan cara membekukan telurnya disebabkan biaya hidup dan pemeliharaan anak semakin mahal.

Lim Eun-young, seorang wanita 34 tahun yang bekerja sebagai ASN, mengaku tidak siap untuk membina rumah tangga karena biayanya mahal dan dia baru beberapa bulan saja menjalin asmara dengan seorang pria. Namun, karena khawatir dengan jam biologis untuk memiliki anak, dia memutuskan untuk membekukan telurnya pada November 2021.

Lim merupakan satu dari sekitar 1.200 wanita tak menikah yang menjalani prosedur itu tahun lalu di CHA Medical Center, jaringan klinik fertilitas terbesar di Korea Selatan yang menguasai sekitar 30% pangsa pasar IVF. Kliennya berlipat ganda dalam kurun dua tahun terakhir.

“Ini sangat melegakan dan memberi saya ketenangan pikiran, mengetahui bahwa saya memiliki telur sehat yang dibekukan di sini,” kata Lim seperti dikutip Reuters Jumat (13/5/2022).

Meskipun pemerintah sudah memberikan subsidi dan tunjangan bagi keluarga yang memiliki anak, mengalokasikan 46,7 triliun won ($37 miliar) tahun lalu untuk mendanai kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi tingkat kelahiran yang rendah, tingkat fertilitas Korea Selatan hanya 0,81 tahun lalu. Bandingkan dengan rata-rata 1,59 di kalangan negara anggota OECD tahun 2020.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami mendengar dari pasangan yang sudah menikah dan menonton acara TV realitas tentang betapa mahalnya membesarkan anak dalam hal biaya pendidikan dan segalanya, dan itu semua menambah kekhawatiran akibatnya semakin sedikit pernikahan dan bayi,” kata Lim.

Biaya perumahan juga melonjak. Sebuah apartemen rata-rata di Seoul, misalnya, harganya setara dengan sekitar 19 tahun dari pendapatan rumah tangga tahunan rata-rata Korea Selatan, naik dari 11 tahun pada 2017.

Cho So-Young, perawat berusia 32 tahun yang bekerja di CHA berencana membekukan telurnya pada bulan Juli mendatang. Dia ingin hidup mapan dulu sebelum memiliki anak.

“Jika saya menikah sekarang dan melahirkan, saya tidak bisa memberi bayi saya lingkungan seperti yang saya dapatkan dulu ketika saya tumbuh dewasa …Saya ingin perumahan yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik dan makanan yang lebih baik untuk dimakan,” katanya.

Ada faktor lain yang menyebabkan tingkat kelahiran di Korea Selatan rendah dibanding negara OECD. Di negeri ginseng itu, menikah dipandang sebagai prasyarat untuk memiliki anak. Hanya 2% kelahiran di Korea Selatan yang terjadi di luar pernikahan. Bandingkan dengan rata-rata negara anggota OECD yang mencapai 40%.

Meskipun wanita Korsel bisa membekukan telur, bukan berarti mereka bisa bebas memutuskan kapan saja untuk hamil. Donasi sperma masih ilegal di negara itu, dan embrio dari prosedur IVF hanya bisa ditanamkan di rahim apabila si wanita berstatus menikah.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah statistik yang menunjukkan penurunan tajam dalam keinginan untuk memiliki anak sama sekali.

Sekitar 52% orang Korea Selatan berusia 20-an mengatakan tidak berencana untuk memiliki anak ketika mereka menikah, lompatan besar dari 29% pada tahun 2015, menurut survei yang dilakukan pada tahun 2020 oleh kementerian gender dan keluarga negara itu.*

($1 = 1,276 won)

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakBiaya HidupBiaya perawatanFertilitasklinikKorea SelatanmenikahOECDPembekuan telur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orang Tua Gugat ke Pengadilan Putra dan Istrinya karena Tak Kunjung Memberikan Cucu
Tulisan selanjutnya (Video) Puluhan Rumah Mewah Berharga Jutaan Dolar di Pesisir California Dilalap Api

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?