Hidayatullah.com—Universitas Kopenhagen pada hari Selasa mengumumkan akan mendivestasi (penarikan dana atau aset) investasi di tiga entitas komersial yang beroperasi di Tepi Barat yang terjajah, lapor Anadolu Agency (AA).
Universitas Kopenhagen akan melakukan divestasi di tiga entitas komersial yang beroperasi di Tepi Barat mulai tanggal 29 Mei, melibatkan investasi di Airbnb, Booking.com, dan eDreams ODIGEO senilai sekitar DKK 1 juta (atau 1,08 juta USD).
Keputusan ini sejalan dengan strategi manajemen risiko keuangan universitas dan kebijakan investasi etis, serta refleksi berdasarkan percakapan dengan mahasiswa dan staf mengenai agresi penjajah ‘Israel’ atas wilayah Palestina.
Tindakan ini diambil setelah ratusan mahasiswa pro-Palestina berkemah di kampus, menuntut universitas tersebut memutuskan hubungan dengan entitas yang terlibat dalam pendudukan Tepi Barat dan mengutuk serangan penjajah ‘Israel’ di Gaza.
“Mulai besok (29 Mei) KU tidak lagi memiliki investasi pada dana yang memiliki Airbnb, Booking.com, dan perusahaan perjalanan online eDreams ODIGEO dalam portofolionya,” katanya dalam pernyataan di platform X.
“Ada investasi di ketiganya perusahaan yang jumlahnya sekitar DKK 1 juta (setara 1,08 juta USD).”
Dikatakan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan strategi dewan untuk manajemen risiko keuangan dan kebijakan investasi yang etis.
Selain itu, keputusan tersebut sejalan dengan refleksi yang dilakukan rektorat berdasarkan perbincangan dengan mahasiswa dan staf terkait konflik di ‘Israel’ dan Palestina, ujarnya.
Keputusan tersebut diambil menyusul protes ratusan mahasiswa pro-Palestina yang berkemah di kampus utama universitas tersebut di bawah kelompok Mahasiswa Melawan Pendudukan, sejak awal Mei.
Salah satu tuntutan utama para pengunjuk rasa adalah agar universitas tersebut melepaskan diri dari entitas komersial yang terkait dengan pendudukan Tepi Barat sambil mendesak administrasi universitas untuk menyatakan serangan penjajah ‘Israel’ di Jalur Gaza sebagai genosida.
“Universitas Kopenhagen harus mengakui pembantaian yang sedang berlangsung di Gaza dan menuntut gencatan senjata segera dan segera diakhirinya pengepungan di Gaza,” kata Emil, perwakilan kolektif, kepada Anadolu.
“Kami menuntut mereka mengakhiri setiap atau seluruh perjanjian pembelian dengan perusahaan yang memasok tentara ‘Israel’ atau terlibat dalam pendudukan Palestina,” katanya. “Dan kami juga menuntut mereka memutuskan semua hubungan dengan institusi akademis ‘Israel’,” tambah dia.
Ratusan mahasiswa mendirikan perkemahan di halaman kampus pada awal Mei, menyerukan universitas tersebut untuk memutus hubungan akademis dan keuangan dengan penjajah ‘Israel’, dan melakukan divestasi dari semua perusahaan yang beroperasi di wilayah pendudukan Palestina.
Diketahui, Universitas Kopenhagen memiliki pendapatan tahunan lebih dari DKK 10 miliar, beberapa di antaranya diinvestasikan dalam obligasi dan ekuitas, menurut Reuters.
Penjajah “Israel” mencaplok wilayah di Tepi Barat, Yerusalem Timur (wilayah Baitul Maqdis), dan Jalur Gaza setelah memenangkan perang tahun 1967 dengan negara-negara Arab tetangga.*