Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pengusaha Pro-Palestina: Perusahaan Lokal Belum Tentu Bebas Afiliasi dengan Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juni 2024 22:03 10:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juni 2024 22:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Aktivis pro-Palestina Aresdi Mahdi yang juga seorang penghusaha mengatakan, tidak semua perusahaan lokal terbebas dari afiliasi dengan Israel.

Pengusaha yang juga CEO dari minuman kekinian tersebut meminta masyarakat mengecek kembali terhadap semua perusahaan lokal. Terutama yang sudah go publik, hal ini untuk memastikan apakah mereka terafiliasi dengan Israel.

“Bahwa perusahaan lokal itu didirikan di lokal benar. Tapi semua perbendaharaan dari perusahaan lokal itu perlu dilakukan cross check lagi, apakah mereka terafiliasi dengan Israel atau tidak,” ujarnya seperti dikatakan kepada media Sabtu 01/06/2024.

Menurutnya, bagaimanapun setiap perbendaharaan itu akan mengalir menjadi sebuah keuntungan dan itu akan dibagi kepada para pemegang sahamnya. “ Nah, jika pemegang sahamnya itu memiliki afiliasi dengan Israel, uangnya akan masuk ke kasnya negara Israel. Inilah yang digunakan untuk membeli amunisi ,” ungkapnya.

Begitu juga jika brand-nya itu dibeli dari perusahaan-perusahaan yang berasal dari negara pendukung Israel, meskipun menjadi perusahaan lokal, perusahaan lokal itu tetap harus membayar royalti. “Royalty itulah yang kemudian mengalir ke Israel,” tambahnya.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Bangsa Yahudi tersebut sambungnya, jumlahnya tidak banyak. Karena jumlahnya sedikit, mereka masuk ke semua sendi kehidupan lewat dana-dana mereka yang mereka tanam di bank. Itu sistemnya mereka buat mengalirkan segala macam aliran uang ke berbagai sendi kehidupan tak terkecuali korporat. “Kan kalau mereka sedikit, mereka tidak mungkin menjadi CEO di mana-mana. Tapi, mereka masuk ke perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa,” imbuhnya.

Jadi, Ares mengatakan kalau perusahaan-perusahan lokal itu menyebut mereka perusahaan lokal, itu benar adanya dan tidak dipungkiri. “Tapi, bahwa mereka ada afiliasi atau hubungan kerja atau dagang atau hubungan yang sifatnya transaksional, tidak bisa dipungkiri juga mereka mempunyai hubungan itu,” ucapnya.

Mengenai sejauh mana afiliasi perusahaan-perusahaan lokal itu terhadap Israel, dia menyebut besarnya bervariasi di setiap perusahaan.

“Ini memang belum terbuka selama ini di masyarakat karena tidak semua orang memahami mengenai perusahaan go public ini dan bagaimana aliran dananya,” tutur Ares.

Dalam akun sosial medianya di TikTok dan Instagram @aresdimahdi dilihat Minggu (2/6), Ares membeberkan beberapa perusahaan lokal yang terafiliasi dengan Israel. Di antaranya adalah Indofood, Mayora, Garuda Food, Gudang Garam, dan Kopi Kenangan.

Disebutkan, investor yang terafiliasi Israel yang masuk melalui saham public di Indofood adalah First Pacific Company Limited (50,07 %), The Vanguard Group Inc (1,982 %), FIL Investment International (0,6772 %), FIL Investment Management (Singapore) Ltd (0,582 %), Geode Capital Management LLC (0,350 %), dan Artemis Investment Management LLP (0,1654 %).

Sedang investor yang terafiliasi dengan Israel di Garuda Food adalah Hormel Foods corporation (30,17 %) dan MP Evans Group PLC (0,9008 %).

Kemudian, investor terafiliasi Israel yang masuk menjadi pemegang saham di Sido Muncul adalah The Vanguard Group Inc (0,137 %), Norges Bank Investment Management (0,5050 %), FIL Investment Management (Singapore) Ltd (0,3693 %), First Sentier Investors (UK) IM Ltd (0,3603 %), dan Morgan Stanley Investment Management (0,3271 %).

Selanjutnya Mayora, sejumlah investor terafiliasi Israel yang menjadi pemegang sahamnya adalah Norges Bank Investment Management (1,209 %), The Vanguard Group Inc (0,5653 %), RBC Global Asset Management (Asia) Ltd (0,5479 %), FIL Investment Management (Singapore) Ltd (0,1917 %), dan Baring Asset Management (Asia) Ltd (0,1862 %).

Sementara, investor terafiliasi Israel di Gudang Garam adalah The Vanguard Group Inc (0,904 %), Centerstone Investors LLC (0,0692 %), dan Black Rock Investment Management (UK) Ltd (0,0209 %).

Di Kalbe, investor-investor yang terafiliasi Israel adalah RBC Global Management (UK) Ltd (2,199 %), First Sentier (Hong Kong) Ltd (1,659 %), dan The Vanguard Group Inc (1,514 %).

Adapun investor terafiliasi Israel yang menjadi pemegang saham di Kopi Kenangan adalah Sofina, Verlinvest, Peak XV Partners. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BDSBoikot Divestasi dan Sanksiisrael
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemukim Yahudi Israel utara yang mengungsi Mengungsi Saat Serangan Hizbullah, Hampir Sebagian Penduduk ‘Israel’ Utara Menolak Kembali
Tulisan selanjutnya Wisuda Akbar X Darul Hijrah Lahirkan Calon Imam, Pesantren Tahfidz Darul Hijrah Gelar Wisuda 184 Santri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?