Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mengungsi Saat Serangan Hizbullah, Hampir Sebagian Penduduk ‘Israel’ Utara Menolak Kembali

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Juni 2024 20:28 8:28 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 Juni 2024 21:00
Bagikan
Pemukim Yahudi Israel utara yang mengungsi
Bagikan

Hidayatullah.com – Sebuah survei baru oleh Tel Hai Academic College di ‘Israel’ menyatakan bahwa sekitar 40 persen penduduk Yahudi yang mengungsi dari permukiman utara mempertimbangkan untuk tidak kembali ke rumah mereka setelah perang berakhir.

Sejak 8 Oktober, kelompok Hizbullah Lebanon telah meluncurkan ribuan roket, rudal anti-tank, dan pesawat tak berawak dari Lebanon ke arah permukiman dan pos-pos militer di wilayah Dataran Tinggi Golan yang diduduki ‘Israel’.

Serangan harian ini tidak hanya merusak rumah, bangunan, dan infrastruktur, tetapi juga keamanan banyak pemukim di Galilea. Entitas Zionis ‘Israel’ mengevakuasi banyak pemukim dari rumah mereka tak lama setelah dimulainya perang, dan menempatkan mereka di hotel-hotel untuk sementara waktu selama lebih dari tujuh bulan.

Beberapa pemukim Yahudi memilih untuk tidak mengungsi dan tetap tinggal di pemukiman yang dekat dengan zona tempur dan berada di bawah ancaman tembakan roket atau invasi darat oleh Hizbullah, kelompok yang didukung Iran.

“Penduduk di utara harus menghadapi banyak kesulitan untuk tinggal di hotel dalam waktu lama. Mereka mengalami ketidakpastian yang besar dari segi keamanan, politik, ekonomi dan sosial,” kata Dr Ayala Cohen, kepala Pusat Pengetahuan perguruan tinggi yang mengadakan jajak pendapat tersebut.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Dua ribu pemukim dari wilayah Galilea, termasuk beberapa yang dievakuasi oleh pemerintah dan beberapa yang pergi secara mandiri, ditanya dalam jajak pendapat tersebut apakah mereka berniat untuk kembali dan tinggal di rumah mereka saat ini setelah berakhirnya perang dan kembali ke keadaan normal.

Empat puluh persen pemukim yang dievakuasi oleh ‘Israel’ menjawab bahwa mereka mempertimbangkan untuk tidak kembali tinggal di pemukiman mereka. Hanya 60 persen yang menjawab bahwa mereka pasti akan kembali untuk tinggal di daerah tempat mereka dievakuasi.

Dari mereka yang meninggalkan rumah mereka secara mandiri, 38 persen mempertimbangkan untuk tidak kembali, dan hanya 62 persen yang berpikir akan kembali.

Sembilan puluh persen penduduk yang tidak dievakuasi berencana untuk terus tinggal di daerah mereka bahkan setelah perang berakhir, tetapi 10 persen mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan tinggal di sana setelah situasi kembali normal.

Survei Tel Hai juga mengindikasikan bahwa perang dengan Hizbullah telah menyebabkan kerusakan ekonomi yang signifikan pada permukiman ‘Israel’ utara.

Studi ini menunjukkan bahwa 73 persen wiraswasta dan 39 persen karyawan melaporkan situasi ekonomi yang lebih buruk daripada sebelum 7 Oktober. Empat puluh tujuh persen wiraswasta melaporkan bahwa pendapatan mereka turun hingga setengahnya.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa sekitar sepertiga dari pekerja mandiri dan sekitar seperlima dari karyawan mempertimbangkan untuk memindahkan kegiatan mereka secara permanen dari utara.

“Temuan survei ini sulit dan mengkhawatirkan,” tambah Dr Cohen, seorang dosen senior di departemen pekerjaan sosial di perguruan tinggi tersebut. “Mereka sudah tidak berada di lingkungan alaminya selama delapan bulan. Bahkan penduduk di bagian utara yang tidak dievakuasi pun mengaku mengalami situasi yang sulit dan ketidakpastian. Seiring berjalannya waktu, situasi keamanan di Galilea semakin memburuk, dan bersamaan dengan itu situasi para penduduk ini. Negara harus segera membentuk pemerintahan yang akan mengurus penduduk utara, menanggapi kebutuhan mereka, dan menciptakan cakrawala yang jelas untuk masa depan mereka.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badai Al-AqsaHizbullahisraelpemukiman YahudiTaufan Al-Aqsha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dubes Inggris untuk Meksiko Dipecat Gegara Todongkan Senapan ke Staf Lokal
Tulisan selanjutnya Pengusaha Pro-Palestina: Perusahaan Lokal Belum Tentu Bebas Afiliasi dengan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?