Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

PM Anwar Janji Malaysia Tidak akan Terjebak Ketegangan Geopolitik China-AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Juni 2024 12:17 12:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Juni 2024 12:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim berjanji pemerintah Malaysia yang dipimpinnya tidak akan terjebak ke dalam ketegangan geopolitik antara China dan Amerika Serikat terkait konflik teritorial di Laut China Selatan.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post yang dimuat hari Sabtu (15/6/2024) Anwar mengatakan bahwa dia bertekad untuk mendahulukan kepentingan Malaysia sambil menjalin hubungan bisnis dengan China.

Sikap Anwar itu tentunya berisiko akan mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat, yang getol memberikan hukuman kepada siapa saja yang bermesraan dengan China.

“Jika mereka (AS) mempunyai bukti kuat yang menunjukkan bahwa perusahaan atau negara mana pun melakukan kejahatan, maka baiklah. Mereka harus menyodorkan bukti,” kata Anwar.

“Namun jika tidak, kami tidak akan tunduk pada tekanan semacam itu. Sekarang bukan lagi zamannya neokolonialisme atau kolonial. Kami adalah sebuah negara independen,” kata Anwar.

Baca Juga

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Tahun ini Malaysia merayakan 50 tahun jalinan diplomatik dengan China.

Menurut Anwar, qajar apabila Malaysia bermaksud menjalin kerj sama dengan China, yang disebutnya “mau mengakomodasi dan menyimak” apa keinginan dan kekhawatiran Malaysia, termasuk perihal percepatan pembangunan ekonomi digital Malaysia, energi terbarukan dan kecerdasan buatan.

“Mereka (China) sejauh ini yang paling reseptif dan mereka bekerja sama dengan baik, dan mereka jujur dan tidak menunjukkan kesombongan,” puji Anwar.

“Itulah kenapa kami tampak lebih dekat ke China,” imbuhnya. “Pertukaran antar menteri, antar pemimpin partai, antara mahasiswa dan peneliti, adalah karena Tiongkok menunjukkan sikap menyambut baik ajakan Malaysia,”

Namun, ia mengakui bahwa Malaysia di masa lampau dibebani dengan kesepakatan-kesepakatan dengan Tiongkok yang “berat sebelah”. Anwar lebih menyalahkan hal itu ke “pemerintahan buruk” pendahulunya dan menganggapnya bukan kesalahan China.

Anwar optimis perekonomian China yamg melambat belakangan ini akan bangkit kembali dalam waktu dekat, tidak hanya karena negera itu merupakan negara besar seperti halnya Amerika Serikat, tetapi juga disebabkan kesungguhan dan kemampuan para pemimpinnya.

“Mereka mengetahui apa prioritas mereka. Dan yang menarik bagi saya, bahkan meskipun mereka tidak menerapkan demokrasi Barat, mereka banyak mendengarkan dan mereka menyesuaikan diri dengan cepat,” kata Anwar.

Menyinggung soal perebutan Laut China Selatan, Anwar memegaskan bahwa Barat “memiliki obeswsi dan tendensi untuk membesar-besarkan masalah”.

“Apakah kami memiliki masalah dengan China? Ya. Apakah kami pernah mengalami bentrokan atau masalah serius? Tidak.”

Dia menyerukan supaya masalah Laut China Selatan – terutama antara China dan Filipina – diselesaikan lewat perundingan bilateral dan pembicaraan dengan organisasi kerja sama regional Association of Southeast Asian Nations (Asean), daripada melibatkan pihak ketiga.

Berbicara soal Taiwan, Anwar mengatakan para pemimpin China daratan “tahu bagaimana menghadapi situasi”.

Bagi Malaysia, Anwar mengatakan pihaknya mengakui kebijakan satu Tiongkok dan ketegangan yang ada antara Taiwan dan China seharusnya diselesaikan secara damai dan damai.

“Saya pikir isu ini pun terlalu dibesar-besarkan… kita harus memperingatkan mitra-mitra lain, termasuk AS, agar tidak dianggap provokatif, karena masalah ini akan selalu berdampak pada kita,” tegas Anwar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar IbrahimchinaMalaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahkamah Negara Niger Cabut Imunitas Presiden Mohamed Bazoum
Tulisan selanjutnya Iran dan Swedia Bertukar Tahanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?