Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Direktur RS: Bayi Baru Lahir di Gaza Kecil Kemungkinan Bertahan Hidup

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 4 Juli 2024 22:12 10:12 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 Juli 2024 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Peluang bayi baru lahir untuk bertahan hidup di Gaza saat ini semakin kecil, di tengah kelaparan yang melanda Jalur Gaza akibat blokade ketat Zionis ‘Israel’.

Bangsa malnutrisi di rumah sakit Kamal Adwan di Gaza utara menjadi saksi perjuangan bayi-bayi baru lahir berusia beberapa hari, seringkali lahir prematur, untuk bertahan hidup.

Hal ini lantaran ibu mereka mengalami kekurangan gizi sehingga mereka tidak dapat menyusui, sehingga bayi-bayi sekarat, mati kelaparan, karena mereka tidak bisa mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan bayi baru lahir.

“Dalam waktu dua minggu, kami mendeteksi lebih dari 250 pasien kekurangan gizi,” jelas Dr Hassam Abu Safah, direktur rumah sakit dilansir Sky News pada Kamis (04/07/2024).

“Ini semua terdeteksi di satu rumah sakit, rumah sakit kami, yang berarti jumlahnya kemungkinan besar akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. Kami meminta dunia untuk mengizinkan masuknya makanan dan masuknya air bersih,” lanjutnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Salah satu jasad bayi yang tidak berhasil bertahan hidup nampak terbaring di inkubator rumah sakit, menunggu untuk dimakamkan. Ia lahir prematur dua bulan karena ibunya sangat kelelahan dan kurus.

Terlalu cepat bagi orang tuanya untuk menamainya. Tubuh mungilnya kini terbungkus kain kafan berwarna hijau.

Sementara seorang bayi lain nampak berjuang untuk setiap tarikan napas, tulang-tulang rusuknya yang menonjol karena ia sangat kurus. Popok yang mereka kenakan tampak kebesaran.

Di seluruh Gaza, anak-anak mengantre dengan panci atau ember plastik mereka, dengan sabar menunggu pembagian makanan setiap hari.

Makanan yang diberikan biasanya berupa nasi putih atau sup. Beberapa sendok harus cukup untuk memberi makan seluruh keluarga. Beberapa anak menyodorkan mangkuk mereka ke depan, tidak mau ketinggalan.

Ketika hampir habis, mereka mengais apa yang mereka bisa dari bagian bawah. Tidak ada yang sia-sia.

Itulah sedikit gambaran situasi di sebagian besar Jalur Gaza, yang blokadenya semakin ketat sejak 7 Oktober 2023. ‘Israel’ tak peduli dengan apapun yang terjadi di Gaza selama mereka berhasil membunuhi para pejuang Palestina dan menyelamatkan tawanan ‘Israel’.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BlokadegazakelaparanpalestinaPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 1 Muharram, Saatnya Mengganti Kiswah Ka’bah
Tulisan selanjutnya Pria Iran Pelaku Penembakan di Pawai LGBT Oslo Dibui 30 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?