Hidayatullah.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Rabu mengutuk keras pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyah di Iran, menyebutnya sebagai tindakan “keji” dan menyampaikan belasungkawa kepada Palestina dan keluarga Haniyah.
“Pembunuhan ini bertujuan untuk melemahkan perlawanan mulia di Gaza dan perjuangan yang benar dari warga Palestina,” kata Erdogan dalam sebuah pernyataan di X, mengingat serangan serupa terhadap beberapa politisi Palestina lainnya seperti Sheikh Ahmad Yassin dan Abdel Aziz al-Rantisi, keduanya adalah salah satu pendiri Hamas.
Hamas mengungkapkan Ismail Haniyah syahid dalam sebuah serangan ‘Israel’ di Iran pada Rabu. Entitas Zionis belum mengomentari kematian tersebut, namun banyak negara telah memperingatkan bahwa hal ini akan berdampak besar pada upaya-upaya untuk mencapai gencatan senjata dalam perang Gaza.
Ankara, yang memiliki hubungan baik dengan Hamas, dalam sebuah pernyataan menuduh ‘Israel’ ingin memperluas perang di Gaza ke seluruh wilayah. Erdogan bertemu dengan Haniyah di Istanbul pada bulan April lalu.
Ia mengatakan sikap “lebih kuat” dari dunia Muslim dan aliansi kemanusiaan akan mengakhiri “tirani dan genosida Israel di Gaza serta terorisme di wilayah kami.”
“Turki akan terus mencoba semua jalan, mendorong semua pintu dan mendukung Palestina dengan segala cara,” tambah Erdogan, seraya menegaskan kembali komitmen Ankara terhadap negara Palestina yang berdaulat dan merdeka dengan perbatasan tahun 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Vokal mendukung Hamas
Turki telah sangat vokal mengenai perang ‘Israel’ di Gaza, mengkritik Zionis dan mengatakan bahwa mereka mencoba menyeret wilayah tersebut ke dalam perang.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan rekan-rekannya di kabinet telah mengirimkan pesan kecaman yang kuat sejak berita pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyah tersiar pagi ini.
Para politisi Turki memandang Haniyah sebagai sosok berdedikasi yang telah bekerja tanpa lelah untuk menengahi gencatan senjata, dan sering melakukan perjalanan antara Doha dan Istanbul. Dia dianggap sebagai saudara oleh banyak politisi Turki yang dekat dengan Partai AK.
Dengan demikian, Turki masih mencoba untuk memahami mengapa hal ini terjadi, bagaimana hal ini terjadi, terutama mengapa di Teheran, mengingat situasi dan fakta bahwa dia berada di sana untuk pelantikan presiden Iran yang baru.*
Baca juga: Erdogan: Hamas adalah Mujahidin yang Berjuang Melindungi Tanah dan Rakyatnya