Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menteri Keuangan Mozambik Penyebab Krisis Ekonomi Divonis Bersalah di Pengadilan Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Agustus 2024 09:31 9:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Agustus 2024 09:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengadilan di Amerika Serikat menyatakan bersalah seorang bekas menteri keuangan Mozambik yang dituduh melakukan konspirasi sehingga menyebabkan krisis ekonomi terparah di negara itu sejak kemerdekaannya.

Manuel Chang dinyatakan terbukti telah menerima suap melalui sejumlah bank Amerika Serikat atas jasanya menyetujui sejumlah pinjaman rahasia yang kemudian diselewengkan, kasus yang terjadi sepuluh tahun lalu.

Pinjaman itu diberikan oleh Credit Suisse dan bank asal Rusia VTB dan dijamin oleh pemerintah Mozambik. Namun, sebagian pinjaman ini tidak diungkapkan dan ditandatangani oleh Chang selama masa jabatannya sebagai menteri keuangan antara tahun 2005 dan 2015.

Pinjaman itu dimaksudkan untuk mendanai pengadaan armada kapal penangkap ikan tuna dan proyek-proyek lainnya, yang karenanya kasus ini kemudian dijuluki skandal “obligasi tuna”. Namun, kredit bank tersebut selewengkan, sehingga Mozambik terlilit utang sebesar $2 miliar (£1,5 miliar).

Chang ditangkap di Afrika Selatan pada tahun 2018, dan diekstradisi ke AS tahun berikutnya untuk menghadapi dakwaan penipuan dan pencucian uang. Vonis hukuman akan diputuskan kemudian, dia terancam hukuman penjara 20 tahun. 

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Chang membantah tuduhan-tuduhan tersebut dan pengacaranya mengatakan bahwa ia berencana untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan itu.

Para analis mengatakan ini adalah salah satu kasus korupsi terbesar yang pernah terjadi di benua Afrika, lansir BBC Jumat (9/8/2024).

Sepuluh orang lainnya telah dipenjara di Mozambik karena terkait skandal tersebut, termasuk putra Presiden Armando Guebuza.

Di pengadilan New York diungkapkan bahwa Chang mengantongi $7 juta suap dari pabrik pembuatan kapal Privinvest. Namun, tim pengacaranya mengatakan tidak ada bukti bahwa Chang menerima uang suap walaupun “satu sen” dan bahwa proyek itu kala itu sudah mendapatkan persetujuan Presiden Guebuza dan sejumlah menteri lain.

Namun dalam argumen penutupnya pada hari Senin pekan lalu, asisten jaksa penuntut umum AS Genny Ngai mengatakan Chang secara pribadi telah “menandatangani semua jaminan pinjaman… dan dia berperan sangat penting dalam persetujuan pinjaman tersebut.”

“Dia lebih mementingkan uang daripada jabatannya,” kata jaksa di persidangan.

Sebelumnya, di pengadilan AS tiga bekas bankir Credit Suisse menyatakan diri bersalah atas dakwaan pencucian uang dalam kasus “obligasi tuna” itu. Pada akhir 2021 pihak berwenang di Inggris menjatuhkan denda terhadap bank investasi itu sebesar $178 juta terkait skandal itu.

Denda tersebut merupakan bagian dari kesepakatan penyelesaian perkara senilai $475 juta dengan regulator Inggris, Swiss, dan AS.

Dana yang hilang sebesar £500 juta telah digelapkan, menurut audit independen yang diperintahkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang kemudian menarik dukungan mereka dari Mozambik. Masih belum diketahui apa yang terjadi dengan uang itu.

Akibat dari mega korupsi itu, “beberapa juta orang terjerumus ke dalam kemiskinan” dan “beberapa miliar dolar lenyap dari pertumbuhan ekonomi,” kata Richard Messick, penulis Global Anti-Corruption Blog, kepada BBC.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Kamis pekan lalu (8/8/2024), kepala kejaksaan wilayah Eastern District of New York, Breon Peace, “Putusan hari ini adalah sebuah kemenangan yang menginspirasi bagi keadilan dan rakyat Mozambik yang dikhianati oleh terdakwa, seorang pejabat pemerintah yang korup dan berpangkat tinggi yang keserakahan dan kepentingan pribadinya mengkhianati salah satu negara termiskin di dunia.”

Mozambik sebenarnya kaya akan sumber daya alam – termasuk cadangan gas lepas pantai yang besar, tambang batu permata rubi, dan banyak lagi. Perekonomiannya tumbuh dengan stabil dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih menempati peringkat sebagai salah satu negara termiskin di dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatMozambik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Ukraina Upayakan Pelarangan Gereja Ortodoks yang Berkaitan dengan Rusia
Tulisan selanjutnya Sjoe’aib Sastradiwirja: Pelukis dan Ulama, Murid Syaikh Ahmad Surkati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?