Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jepang Dorong Lajang Perempuan Pindah ke Pedesaan agar Menikah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 September 2024 02:05 2:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 September 2024 07:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jepang akan mulai mendukung para perempuan lajang dari Tokyo pindah ke daerah pedesaan untuk menikah pada tahun fiskal 2025, demikian dikutip Japan Times.

Rencana tersebut ditujukan untuk membantu para perempuan yang tertarik untuk pindah pada saat populasi perempuan muda di pedesaan menyusut sementara Tokyo menjadi lebih padat penduduk.

Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, negara akan menanggung biaya bagi para perempuan.

Secara khusus, pemerintah akan memperluas program subsidi yang ada untuk pemerintah daerah yang menyediakan hingga ¥1 juta ($7.000) bagi mereka yang pindah dari 23 distrik di Tokyo.

Dalam beberapa tahun terakhir, arus masuk bersih perempuan ke wilayah Tokyo Raya lebih besar daripada arus masuk bersih laki-laki.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Rasio pria lajang di daerah pedesaan lebih tinggi daripada di kota, sebagian karena semakin banyak wanita yang memilih untuk tetap tinggal di daerah Tokyo daripada kembali ke kampung halaman mereka.

Menurut seorang pejabat pemerintah, perempuan dari pedesaan cenderung tidak kembali ke kampung halaman atau daerah lain di luar Tokyo setelah mereka pindah ke ibu kota untuk menempuh pendidikan atau bekerja.

Tren ini menyebabkan jumlah perempuan lajang menurun di bawah jumlah laki-laki lajang di pedesaan.

Menurut sensus nasional 2020, gabungan populasi perempuan lajang berusia antara 15 dan 49 tahun di 46 dari 47 prefektur di Jepang, tidak termasuk Tokyo, mencapai sekitar 9,1 juta, sekitar 20% lebih sedikit daripada 11,1 juta laki-laki lajang dalam kelompok usia yang sama. Kesenjangannya sekitar 30% di beberapa prefektur.

Mencegah depopulasi akan lebih sulit di daerah pedesaan di masa mendatang karena jumlah perempuan muda yang menurun. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan bahwa pemberian dukungan intensif kepada wanita lajang yang berminat pindah ke pedesaan sangatlah penting.

Pemerintah awalnya berencana untuk memberi insentif bagi relokasi calon pengantin ke daerah pedesaan dengan memperluas cakupan program yang sudah ada, yang memberikan hingga 600.000 yen ($4.100) per orang kepada mereka yang pindah dari wilayah metropolitan Tokyo dan bekerja di bagian lain Jepang.

Jepang sudah menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk yang menua tercepat di dunia, dengan angka kelahiran yang cenderung menurun. Tren ini mencerminkan semakin banyaknya orang yang memilih untuk tidak menikah sama sekali atau menikah di usia lanjut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jalang jepangJepangperempuan jepangpernikahan JepangTokyowanita Jepang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 11 Anggota Komite Pelaksana Publisher Rights yang Ditetapkan Dewan Pers
Tulisan selanjutnya Bolehkan Yahudi, ‘Israel’ Tutup Pintu Masjid Ibrahimi untuk Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?