Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Malaysia Bentuk Tim Tangani Penyalahgunaan Wewenang Panti Asuhan Mengurus Anak

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 September 2024 10:47 10:47 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 September 2024 08:24
Bagikan
Menteri Agama Malaysia Mohd Na'im Mokhtar
Bagikan

Hidayatullah.com— Menteri Agama Malaysia Mohd Na’im Mokhtar mengatakan tengah membentukan komite untuk menyelidi keyakinan dan ajaran menyimpang. Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) juga mengaku akan membawa dugaan keterlibatan kelompok keagamaan dalam kasus panti asuhan yang sedang ramai ke Komite Muzakarah Dewan Nasional Urusan Agama Islam Malaysia (MKI).

“Panitia khusus ini ditempatkan di bawah pengawasan Kantor Menteri pada Departemen Perdana Menteri (Kementerian Agama) yang menjalankan fungsi membantu memberikan dukungan data dan penelitian kepada otoritas termasuk Panitia Muzakarah MKI,” ujar Mohd Na’im Mok kepada media massa.

Departemen Agama Islam Selangor (JAIS) juga dilaporkan sedang membentuk menyelidiki terkait adanya tuduhan mengenai sekolah agama yang terlibat dalam penyebaran ajaran sesat.

Exco Agama Islam dan Budaya Inovasi Selangor Dr Mohammad Fahmi Ngah mengatakan pembentukan tim khusus yang diketuai oleh Direktur JAIS Mohd Shahzihan Ahmad, menyusul pengungkapan polisi mengenai keterlibayan perusahaan lokal yang diyakini mengeksploitasi anak-anak dan agama.

Ia mengatakan, pemerintah negara bagian tidak segan-segan mencabut izin operasional dan menerapkan tindakan tegas lembaga mana pun yang kedapatan mengandung unsur sesat demi menjamin keselamatan para santri.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

“JAIS telah diinstruksikan dan sedang melakukan pemantauan, peninjauan, dan penyaringan secara ketat terhadap pusat tahfiz dan pesantren di negara bagian yang terdaftar dan belum terdaftar di JAIS,” kata Dr Fahmi.

Pemerintah Selangor berkomitmen menjamin keamanan pusat tahfiz dan sekolah agama agar tidak menjadi pusat eksploitasi anak dan penyebaran ajaran yang bertentangan dengan Islam, tambahnya.

Dr Fahmi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tentang pesantren yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam untuk melapor langsung ke JAIS.

Hari Rabu (11/9/2024), Kepolisian Diraja Malaysia mengklaim berhasil menyelamatkan 402 anak dari 20 panti asuhan yang dikaitkan dengan perusahaan di Selangor dan Negeri Sembilan.

Polisi menduga anak-anak ini mengalami penelantaran, penganiayaan, hingga pelecehan seksual.

Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan penyelidikan menyeluruh kepada polisi dan kasus ini akan memakan waktu lama karena melibatkan banyak korban.

Masyarakat diminta tetap tenang dan memberikan ruang kepada aparat untuk melakukan investigasi terhadap isu apakah hal ini benar melibatkan perusahaan Global Ikhwan Service and Business Holding (GISB).

“Perlu waktu yang lama untuk melakukan penyidikan (terkait GISB) karena penangkapannya cukup besar dan melibatkan pihak lain,” ujarnya dikutip Sinar Harian.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan kepada pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan, “ ujarnya usai menghadiri Malaysian Inspiration Program (I’M) hari Jumat.

Sementara PM Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim ingin penyidikan serius dan hati-hati terkait munculnya nama Global Ikhwan Service and Business Holdings (GISBH) dalam kasus ini.

Menurut Anwar Ibrahim, persoalan terkait keyakinan, penyalahgunaan agama, dan pelecehan adalah hal besar jika terbukti benar.

Karena itu ia meminta masyarakat memberi ruang polisi melakukan penyelidikian dan mengambil tindakan sesuai hukum, termasuk Departemen Agama Islam Selangor (JAIS) dan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).

“Banyak yang bertanya kenapa ada penundaan, keterlambatan penindakan, makanya saya bawa masalah ini agar segera diambil tindakan (dalam) penyidikan dan pelaporan,” ujarnya saat ditemui usai menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Iman di Kampung Desa Putra di sini, hari ini.

Membantah tuduhan

Polisi sebelumnya mengaku telah menyelamatkan 402 anak-anak dan remaja berusia antara satu dan 17 tahun diselamatkan dari 20 panti asuhan atau rumah penitipan anak di Selangor dan Negeri Sembilan.

Polisi menduga anak-anak ini yayasan ini dikelola kelompok Global Ikhwan Service and Business Holding (GISBH). Namun kelompok GISBH membantah sebagai pengelola yayasan panti asuhan yang dituduhkan.

“Kami membantah tuduhan ini karena panti asuhan ini jelas tidak dioperasikan oleh GISBH,” kata perusahaan itu dikutip Free Malaysia Today (FMT).

“Kami akan mengajukan laporan polisi untuk mendorong penyelidikan dan mereka yang terlibat akan dibawa ke pengadilan,” katanya dalam pernyataan tersebut.

GISBH juga menuduh “pihak tertentu” memiliki agenda tersembunyi yang bertujuan mencoreng reputasinya.

Perusahaan tersebut menyatakan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang bertanggung jawab menyebarkan informasi palsu.

GISBH, yang mengoperasikan banyak bisnis di Malaysia dan luar negeri, mengatakan pihaknya telah meninggalkan hubungan masa lalunya dengan grup Al-Arqam, dan memposisikan dirinya sebagai perusahaan multinasional.

“Bukan kebijakan kami untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Islam dan hukum,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

GISB telah lama menjadi kontroversi karena hubungannya dengan kelompok Al-Arqam. Al-Arqam dilarang pihak berwenang pada tahun 1994 karena dianggap menyimpang, sementara anggota GISB pada tahun 2011 mendirikan “Klub Istri Taat”.

Menurut situs webnya, GISB menjalankan bisnis mulai dari supermarket hingga restoran, dan beroperasi di beberapa negara termasuk Indonesia, Prancis, dan Inggris.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Global IkhwanJAKIMMalaysiaMenteri AgamaMohd Na'im
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Global Ikhwan Sebut Polisi Malaysia Melakukan Tuduhan Jahat
Tulisan selanjutnya Den Haag Kota Pertama yang Melarang Iklan Bahan Bakar Fosil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?