Hidayatullah.com—Arab Saudi mengutuk semua pelanggaran yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, dengan pembunuhan puluhan ribu warga sipil, kebanyakan perempuan dan anak-anak, di Jalur Gaza.
Kepala Divisi Hak Asasi Manusia Misi Arab Saudi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Asya Baakdah, saat menyampaikan pernyataan pada pertemuan di PBB, kembali menegaskan penolakan tegas Arab Saudi terhadap situasi tragis tersebut dan menegaskan kebutuhan mendesak untuk mengakhirinya, menurut Kantor Berita Saudi, SPA.
Baakdah juga menekankan upaya Arab Saudi dalam menyelenggarakan KTT Luar Biasa Negara-negara Arab-Islam, yang resolusinya diambil untuk mewakili kemauan bersatu negara-negara Arab dan Islam.
Dia menekankan seruan KTT tersebut untuk mengakhiri pertumpahan darah, akses tidak terbatas terhadap bantuan kemanusiaan dan pemenuhan aspirasi sah rakyat Palestina untuk merebut kembali wilayah pendudukan mereka dan mendirikan negara merdeka.
Baakdah juga menekankan apresiasi Arab Saudi atas tindakan afirmatif yang dilakukan Norwegia, Spanyol, Irlandia, Slovenia, dan Armenia dalam mengakui negara Palestina, sekaligus mendesak negara-negara lain untuk mengikutinya dengan pengakuan bilateral.
Menyadari kewajiban kolektif untuk secara aktif mendukung terwujudnya negara Palestina yang merdeka, Arab Saudi — bekerja sama dengan mitra-mitranya dalam Komite Menteri yang ditunjuk oleh KTT Luar Biasa Negara-negara Arab-Islam mengenai pembangunan Jalur Gaza serta Norwegia dan Uni Eropa — telah memulai aliansi global untuk mendorong penerapan solusi dua negara, suatu usulan yang ditolak bangsa Palestina.
Saudi menghimbau semua pihak untuk ikut serta dalam inisiatif ini.*