Hidayatullah.com – Badann intelijen ‘Israel’ Mossad diyakini terlibat dalam skandal spionase terhadap tokoh terkenal, termasuk politisi dan pengusaha dan selebriti di Italia.
Melansir The Cradle pada Jumat (01/11/2024), sebuah perusahaan intelijen swasta Italia diduga meretas database pemerintah untuk mengumpulkan informasi tentang ribuan orang penting yang kemudian dibagikan kepada intelijen ‘Israel’ dan Vatikan.
Hal tersebut terungkap setelah hasil penyadapan polisi bocor ke media Italia.
Dalam laporan penyadapannya, polisi menunjukkan bahwa Equalize, yang mempekerjakan mantan anggota intelijen Italia, dituduh membobol server kementerian pemerintah dan polisi antara tahun 2019 dan 2024 untuk mengumpulkan informasi.
Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Equalize diduga mengumpulkan banyak file rahasia yang berisi informasi sensitif tentang tokoh-tokoh penting Italia untuk dijual kepada klien – termasuk perusahaan besar dan firma hukum yang mencari informasi untuk mendapatkan keuntungan dari pesaing, memenangkan kasus pengadilan, atau untuk pemerasan.
Perdana Menteri Italia Meloni menyebut skandal ini merupakan tindakan yang “tidak dapat diterima” dan “ancaman terhadap demokrasi.”
Sedikitnya sudah empat terduga pelaku spionase yang kini ditahan, sementara puluhan lainnya sedang diselidiki. Khawatir bahwa Equalize mungkin saja sudah mendapatkan rahasia negara, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto memerintahkan penyelidikan parlemen segera.
Corsetto menambahkan bahwa informasi pribadi yang dicuri hanyalah “puncak gunung es”.
Politico melaporkan bahwa menurut penyadapan yang bocor, anggota jaringan peretasan bertemu dengan dua agen ‘Israel’ di kantor perusahaan di Milan pada Februari 2023 untuk mendiskusikan kesepakatan senilai 1 juta euro.
““Tugas itu adalah operasi siber terhadap target-target Rusia, termasuk ‘tangan kanan’ Presiden Vladimir Putin yang belum terungkap, dan menggali jejak keuangan yang mengarah dari rekening bank tokoh-tokoh kaya ke kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner. Informasi tersebut kemudian seharusnya diteruskan ke Vatikan,” tulis Politico.
Pada 2022, Wagner – yang didirikan oleh Yevgeny Prigozhin – mengerahkan tentara bayaran untuk berperang atas nama Rusia melawan Ukraina. Prigozhin dibunuh tak lama setelah melakukan pemberontakan dan pasukannya dikirim ke Moskow.
Menurut hasil penyadapan yang bocor, ‘Israel’ menawarkan untuk memberikan dokumen asli dari skandal “Qatargate”, di mana para pejabat Parlemen Eropa, pelobi, dan keluarga mereka disuap untuk bertindak atas nama negara Teluk yang kaya akan gas di Brussels, Politico menambahkan.
‘Israel’ juga diduga menawarkan informasi kepada Equalize mengenai “perdagangan gelap gas Iran dengan perusahaan-perusahaan Italia,” yang berpotensi menguntungkan salah satu klien utamanya, perusahaan energi nasional Eni.
Menurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Rabu oleh surat kabar Italia Corriere Della Sera, dua agen intelijen ‘Israel’ yang tidak dikenal dicegat ketika mengunjungi perusahaan tersebut.
Kunjungan ‘Israel’ tersebut dikoordinir oleh Lorezo De Marcio, seorang pejabat tinggi polisi yang bekerja untuk intelijen Italia.*