Hidayatullah.com– Pengadilan di Korea Selatan menyatakan bersalah seorang pria yang berusaha menghindari keharusan mengikuti program wajib militer dengan cara banyak makan sehingga obesitas.
Pria berusia 26 tahun itu mulai sengaja banyak makan menjelang waktu pelaksanaan tes fisik bagi peserta wajib militer, kata hakim di pengadilan Seoul. Dalam tes itu dia dinyatakan obesitas, sehingga mendapatkan posisi non-tempur di sebuah badan pemerintah.
Hakim pada 13 November menjatuhkan hukuman percobaan penjara satu tahun atas pria itu. Seorang temannya, yang membantu merancang aturan khusus yang melipatgandakan asupan makanan hariannya, diganjar hukuman percobaan enam bulan, lapor surat kabar Korea Herald hari Ahad (24/11/2024).
Semua pria Korea Selatan berusia di atas 18 tahun yang sehat fisiknya diharuskan mengikuti program wajib militer sedikitnya selama 18 bulan.
Menurut laporan Korea JoongAng Daily, terdakwa dinyatakan layak untuk ditempatkan di satuan tempur saat menjalani tes fisik pertama kali pada 17 November 2017. Namun, dia terus menunda-nunda kewajiban itu dengan berbagai alasan seperti mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dan berbagai kursus. Saat menjalani pemeriksaan akhir tahun lalu, dia sudah berubah menjadi pria gendut berbobot lebih dari 120 kilogram dan terkategori obesitas. Konon, dia memutuskan pada September 2022 untuk menjadi sangat gemuk untuk menghindari wajib militer.
Temannya, yang dituduh menyarankan dan mendorong supaya pria itu makan banyak, membantah semua dakwaan. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menyangka bahwa temannya tersebut benar-benar akan melakoni cara demikian itu.*