Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Peraih Nobel Himbau Uni Eropa Tolak Nobel Perdamaian

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Desember 2012 19:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Desmond Tutu bersama dengan dua rekannya sesama peraih Nobel Perdamaian menulis surat kepada yayasan Nobel guna memprotes keputusan yang menetapkan Uni Eropa sebagai peraih Nobel Perdamaian tahun ini.

Surat protes itu ditandatangani Tutu bersama Mairead Maguire pemenang Nobel Perdamaian 1976 dari Irlandia Utara dan Adolfo Perez Esquivel pemenang Nobel Perdamaian tahun 1980 dari Argentina.

“UE jelas-jelas bukan ‘pembela perdamaian’ seperti yang ada dalam benak Alfred Nobel ketika dia menuliskan wasiatnya. Panitia Nobel Norwegia sudah meredefinisi dan mengubah penghargaan ini sehingga tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata mereka dalam pernyataan yang dikutip Russia Today (1/12/2012).

Panitia Nobel diminta untuk menghormati wasiat yang ditinggalkan Alfred Nobel dan tidak memberikan hadiah uang US$1,2 juta kepada Uni Eropa.

Penerima penghargaan Nobel selain mendapatkan hadiah uang tunai juga mendapatkan medali emas dan sertifikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pemimpin Eropa sendiri terpecah sikapnya terkait penghargaan Nobel Perdamaian untuk Uni Eropa tahun ini.

Perdana Menteri Inggris David Cameron salah satu pemimpin Eropa yang mengaku tidak akan menghadiri upacara pemberian penghargaan itu. “Ada cukup orang yang akan hadir untuk menerima hadiah itu,” katanya beralasan.

Presiden Ceko Vaclav Klaus yang skeptis dengan mata uang Uni Eropa euro dan Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt juga menegaskan tidak akan hadir. Demikian pula dengan empat anggota kabinet Norwegia yang skeptis terhadap euro.

Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy menyeru agar 27 negara anggota UE menghadiri upacara penyerahan hadiah Nobel, termasuk Kroasia yang akan segera resmi menjadi anggota.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande mengaku akan hadir di Oslo untuk menerima penghargaan Nobel tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Eropaold migrateperdamaian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dikawal Senjata Imigrasi Myanmar Periksa Warga Muslim
Tulisan selanjutnya Menkes: HIV Meluas, Baru Ngomong Kondom Sudah Didemo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?