Hidayatullah.com– Negara bagian Assam di timur laut India mengeluarkan larangan memakan daging sapi di tempat-tempat umum termasuk restoran dan acara-acara.
Larangan itu merupakan perluasan dari peraturan yang sudah ada sebelumnya yang melarang penjualan daging sapi di tempat-tempat yang dekat dengan rumah ibadah tertentu seperti kuil Hindu, kata Menteri Kepala Himanta Biswa Sarma.
Namun, daging sapi masih bisa dibeli dari toko-toko dan disantap di rumah atau tempat-tempat privat, kata kepala pemerintahan negara bagian Assam itu hari Rabu (4/12/2024) seperti dilansir BBC.
Konsumsi daging sapi merupakan isu sensitif di India, karena sapi merupakan hewan yang dipertuhankan oleh Hindu, agama yang dianut oleh 80% penduduknya.
Beberapa negara bagian yang pemerintahannya dikuasai oleh partai Hindu nasionalis Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan PM Narendra Modi – yang juga menguasai Assam – memberlakukan berbagai larangan terkait daging sapi dan penyembelihan sapi.
Sekitar dua pertiga dari 28 negara bagian di India, yang kebanyakan saat ini diperintah BJP, memberlakukan larangan sebagian atau penuh penyembelihan sapi dan konsumsi daging sapi, meskipun konsumsi daging kerbau – hewan yang merupakan sepupu sapi – masih diperbolehkan di sejumlah tempat.
Larangan-larangan tersebut kerap dijadikan alasan oleh mayoritas Hindu untuk menindas kaum minoritas Muslim dan Dalit (kalangan masyarakat terbuang di masyarakat India yang menganut sistem kasta), yang mengonsumsi daging sapi sebagai sumber protein berharga murah.
Di Assam, penjualan dan pembelian daging sapi dilarang pada 2021 di daerah-daerah pemukiman Hindu, Jain dan Sikh – yang biasanya tidak menyantap daging sapi. UU yang sama melarang penjualan daging sapi di tempat-tempat yang berdekatan dengan kuil-kuil tempat ibadah mereka.
Sarma mengatakan bahwa larangan terbaru itu akan ditambahkan pada UU yang sudah ada.
Sarma sendiri, menurut klaim oposisi Partai Kongres, membagikan daging sapi saat masa kampanye untuk memenangkan pemilu belum lama ini di daerah Samaguri, yang berpenduduk mayoritas Muslim. Tuduhan ini dibantah oleh BJP.
Anggota legislatif dari Partai Kongres, Rakibul Hussain, mengatakan dengan pembagian daging sapi itu berarti Sarma mengkhianati nilai-nilai nasionalis Hindu yang dianutnya.
Komentar itu membuat geram Sarma, yang pada hari Rabu mengatakan bahwa dia akan memberlakukan larangan penuh atas daging sapi di negara bagian Assam, jika itu yang diinginkan Partai Kongres.
Sementara itu politisi dari All India United Democratic Front, Hafiz Rafiqul Islam, mempertanyakan larangan tersebut. “Jika mereka tidak melarang daging sapi di Goa dan negara-negara bagian lain di utara, kenapa di Assam dilarang?”
Penjualan dan konsumsi daging sapi masih diperbolehkan di sejumlah negara bagian lain di India, termasuk di Goa dan Arunachal Pradesh, yang diperintah BJP.*