Hidayatullah.com—Sebuah kuburan massal (mass grave) ditemukan di kawasan distrik Husayniyya di Damaskus, ibu kota Suriah. Penemuan tersebut terjadi sebagai bagian dari upaya pencarian dan penyelidikan yang sedang berlangsung di seluruh Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.
Kuburan massal tersebut terletak di tenggara ibu kota, tepat di belakang Bandara Damaskus.
Diduga lebih dari 100 lubang, masing-masing sedalam sekitar 20 meter (65 kaki), digunakan sebagai kuburan, dengan mayat-mayat dikuburkan bertumpukan satu sama lain, kutip Kantor berita Anadolu.
Penjaga makam di Husayniyya, Eymen Halil berbagi kisah kuburan massal tersebut kepada Anadolu.
Bekerja di kawasan tersebut sejak tahun 2005, Halil menyaksikan sendiri kejadian seputar terbentuknya makam tersebut.
“Suatu hari, sebuah kendaraan besar tiba. Ketika mereka membuka pintu, bau busuk menyebar. Saya hampir muntah dan mundur karena tidak tahan,” kata Halil.
Halil mengidentifikasi individu yang tiba di lokasi sebagai aparat keamanan. Dia dipanggil ke lokasi tersebut tetapi dia menolak karena temannya yang pergi tidak pernah kembali.
Halil menjelaskan bagaimana aparat keamanan membawa sekitar 150 jenazah setiap kali ke wilayah tersebut.
“Mereka menggali lubang, membawa mayatnya, melemparkannya ke sana, lalu pergi. Awalnya mereka datang pada siang hari, namun kemudian mulai datang pada malam hari.
“Mereka menguburkan jenazah sekali atau dua kali seminggu. Saat truk atau ekskavator datang, yang jelas mereka ada di sana untuk menguburkan seseorang,” ujarnya.
Ratusan orang dimakamkan di kuburan ini, kata penjaga kuburan ini.
Bashar al-Assad, yang memerintah Suriah dengan tangan besi selama hampir 25 tahun, digulingkan dan melarikan diri ke Rusia pada 8 Desember setelah kelompok pejuang oposisi menguasai Damaskus.
Pengambilalihan tersebut terjadi setelah pejuang Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) merebut kota-kota besar di seluruh Suriah dalam serangan yang berlangsung kurang dari dua minggu. *