Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bekas Unggulan Capres Taiwan Jadi Terdakwa Korupsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Desember 2024 15:17 3:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Desember 2024 15:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ko Wen-je, politisi yang pernah digadang-gadang akan menjadi presiden Taiwan selanjutnya, hari Kamis (26/12/2024) ditetapkan sebagai terdakwa kasus korupsi.

Pria berusia 65 tahun itu dituduh menerima suap setengah juta dolar berkaitan dengan kesepakatan real estate semasa menjabat wali kota Taipei, serta memanipulasi laporan keuangan kampanye capres pada bulan Januari.

Jaksa menuntutnya hukuman 28,5 tahun penjara, lansir BBC.

Dakwaan tersebut merupakan pukulan telak bagi gerakan politik yang diwakilinya, yang menjadi alternatif bagi pemilih yang tidak ingin memberikan suaranya kepada partai pemerintah Partai Rakyat Demokrat (DPP) dan partai oposisi utama Kuomintang (KMT).

Ko, yang membantah tuduhan korupsi, ditangkap pada bulan September dan dimasukkan ke dalam tahanan.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Pihak kejaksaan hari Kamis mengatakan Ko didakwa bersama 10 orang lainnya. Beberapa anggota partainya Partai Rakyat Taiwan juga didakwa dengan tuduhan penyalahgunaan donasi politik.

Dianggap sebagai kuda hitam dalam pemilihan presiden bulan Januari, Ko memenangkan lebih dari 25% suara pemilih – tidak terpaut terlalu jauh di belakang capres dari partai pemerintah Lai Ching-te yang mendulang 40% suara.

Meskipun dia berada di posisi terakhir dari tiga kandidat yang bertarung memperebutkan kursi presiden, jumlah perolehan suaranya itu menunjukkan pemilih Taiwan menginginkan partai politik yang lebih pluralis dibandingkan kedua parpol terbesar KMT dan DPP.

Pamor politik Ko melesat setelah dia mendukung para pengunjuk rasa semasa demonstrasi anti-Beijing Gerakan Bunga Matahari 2014, sehingga dia terpilih menjadi wali kota Taipei meskipun maju sebagai kandidat independen.

Dia terpilih kembali untuk periode kedua pada 2018, tetapi kemudian kecenderungan politiknya berubah dan condong ke Beijing.

Setelah kalah dalam pilpres tahun ini, dia mengatakan tidak akan pensiun dari dunia politik dan akan maju kembali dalam pilpres 2028.

Penangkapan Ko mengundang protes dari sekutu-sekutu dan pendukungnya, yang menuding DPP menggunakan tuduhan pidana untuk memberantas lawan-lawan politiknya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Taiwan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Momen Penumpang Pesawat Azerbaijan Airlines yang Selamat setelah Takbir dan Membaca Syahadat 
Tulisan selanjutnya Turki Penjarakan Pemilik dan Arsitek Hotel yang Ambruk Saat Gempa 2023

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?