Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Biden Kurangi Hukuman 37 Terpidana Mati, Trump Bilang “Go to hell!”

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Desember 2024 15:00 3:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Desember 2024 15:00
Bagikan
facebook donald trump diblokir
Presiden AS terpilih dari Partai Republik, Donald Trump.
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Amerika Serikat Joe Biden di masa-masa akhir jabatannya mengurangi hukuman bagi 37 dari 40 orang yang merupakan terpidana mati berbagai kasus pidana. Namun, keputusan itu mengundang kemarahan presiden AS terpilih Donald Trump, yang mendoakan mereka “go to hell” masuk neraka.

Pengurangan hukuman tidak diberikan kepada tiga terpidan mati kasus terorisme dan kejahatan bermotif kebencian, termasuk Dzhokhar Tsarnaev, yang divonis bersalah dalam serangan bom 2013 Boston Marathon.

Biden – yang dulu setuju dengan pemberlakuan hukuman mati – mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “berdasarkan hati nurani saya … saya semakin yakin bahwa kita harus menghentikan penggunaan hukuman mati di tingkat federal. Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan pemerintahan baru melanjutkan eksekusi yang sudah saya hentikan.”

Biden sendiri mendapatkan banyak tekanan untuk membatalkan hukuman mati puluhan terpidana itu setelah dia belum lama ini memberikan pengampunan untuk putranya, Hunter Biden, yang tersandung sejumlah kasus pidana yang di antaranya merupakan kasus penggelapan pajak.

Menyusul pengumuman pembatalan hukuman mati oleh Presiden Biden yang disampaikan pada hari Senin (23/12/2024) itu, Donald Trump menanggapinya dengan sikap protes disertai sumpah serapah lewat media sosial besutannya Truth Social.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“… Kepada 37 kriminal paling keji, yang membunuh, memperkosa, dan melakukan kejahatan seperti yang hampir tidak pernah dilakukan orang lain sebelumnya, tetapi baru saja diberikan, luar biasa, pengampunan oleh Sleepy Joe Biden. Saya menolak untuk mengucapkan Selamat Natal kepada ‘jiwa-jiwa’ yang beruntung tersebut, tetapi sebaliknya, saya akan mengatakan, GO TO HELL!” tulis Trump di akun medsos miliknya.

Pada periode pertamanya di Gedung Putih, Trump melanjutkan kembali pelaksanaan eksekusi terhadap para terpidana mati, yang selama 17 tahun sebelumnya ditangguhkan. Sebanyak 13 hukuman mati dilaksanakan pada masa pemerintahan pertama Donald Trump.

Pembatalan hukuman mati yang dilakukan tersebut mendapatkan pujian dari para pegiat HAM, termasuk Martin Luther King III, putra dari mendiang Martin Luther King Jr.

Kebanyakan dari terpidana mati yang diringankan hukumannya tersebut merupakan orang berkulit berwarna (bukan kulit putih) dan sebanyak 38% merupakan orang berkulit hitam, menurut Death Penalty Information Center.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatDonald TrumpJie Bidenterpidana mati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Udara Pakistan Menewaskan 46 Warga Sipil di Afghanistan
Tulisan selanjutnya Pesawat Azerbaijan Airlines Laporan: Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh Akibat Rudal Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?