Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bom Belum Meledak Mengancam Nyawa Dua Pertiga Penduduk Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2025 13:30 1:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2025 13:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perang sipil yang berlangsung hampir 14 tahun menyisakan banyak bom yang belum meledak berserakan di banyak tempat, sehingga mengancam nyawa dua pertiga penduduk Suriah. Demikian dikatakan organisasi non-pemerintah Humanity and Inclusion (HI), hari Rabu (19/2/2025).

Direktur program organisasi tersebut, Danila Zizi, mengatakan bahwa lebih dari 15 juta dari sekitar 23 juta populasi Suriah berisiko celaka akibat banyaknya bahan peledak yang berserakan tersebut. “Ini benar-benar bencana,” ujarnya, seperti dilansir AFP.

Perang saudara di Suriah yang pecah pada tahun 2011 telah merenggut nyawa sedikitnya setengah juta orang, dan memaksa berjuta-juta orang pergi meninggalkan rumah dan kampung mereka dan menjadi pengungsi baik di luar maupun di dalam negerinya sendiri.

HI memperkirakan sejak perang sekitar satu juta bom dalam berbagai jenis dipasang atau ditanam di berbagai daerah di seluruh Suriah. Dari jumlah itu, diperkirakan 100.000 sampai 300.000 belum meledak atau belum diledakkan.

Zizi menyoroti bom-bom barrel atau tong yang dijatuhkan oleh pasukan rezim Assad dari atas helikopter ke sejumlah daerah yang dikuasai pasukan oposisi. Bom tersebut, yang berbentuk tabung-tabung atau tong logam dan diisi dengan bahan bakar dan serpihan logam, sebagian tidak meledak saat dijatuhkan dan sampai sekarang masih berserakan di banyak tempat.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Kelompok ISIS juga memasang banyak ranjau. Parahnya, banyak ranjau tersebut “yang tidak pernah ditandai lokasinya atau dipetakan,” kata IH.

Pada bulan Januari saja, tercatat 125 kecelakaan berkaitan sisa-sisa bom aktif yang mengakibatkan sedikitnya 85 orang tewas dan 152 orang terluka, kata HI.Sebagian besar korban adalah laki-laki yang berusaha menafkahi keluarga mereka — sebagian besar adalah petani yang mengurus lahan atau menggembalakan hewan — atau anak-anak yang bermain di halaman sekolah atau di dekat rumah mereka, papar HI.

Sekarang, setelah rezim Bashar Assad digulingkan, orang Suriah berbondong-bondong kembali pulang ke kampung mereka. Oleh karena itu, “perlu diambil tindakan segera guna memitigasi risiko kecelakaan,” kata HI.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari satu juta orang sudah pulang ke kampung mereka di Suriah sejak Bashar Assad kabur, termasuk 280.000 pengungsi yang pulang dari luar negeri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bomsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khawatir Ganggu Kekhusyukan Jamaah, Saudi Larang Merekam di Masjid
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Masukkan Kartel Narkoba Meksiko ke Daftar Teroris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?