Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Universitas Papan Atas di Australia Kena Pemangkasan Dana Penelitian dari Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2025 21:17 9:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Maret 2025 21:17
Bagikan
Protes anti rasisme akibat kebijakan Donald Trump di Australia
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejumlah universitas papan atas di Australia, hari Kamis (13/3/2025), mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump telah memangkas dana untuk sejumlah penelitinya.

Tidak hanya itu, mereka yang menerima pendanaan dari pemerintah AS diminta untuk menunjukkan bukti bahwa apa yang mereka kerjakan sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat. Kepentingan dimaksud oleh pemerintahan Trump misalnya pencegahan imigrasi ilegal, pembatasan alisan masuk narkoba ilegal, perang melawan persekusi terhadap orang-orang Kristiani, serta apakah penelitian yang mereka lakukan bermanfaat untuk memperkuat rantai pasokan AS.

Group of Eight, gabungan perguruan tinggi di Australia yang paling giat melakukan riset, mengatakan pemangkasan dana oleh AS tersebut mengancam keberlangsungan penelitian penting di bidang medis dan pertahanan yang dilakukan di Australia.

Sejumlah peneliti yang menerima pendanaan dari badan-badan federal AS juga diminta untuk menunjukkan bahwa pekerjaan atau penelitian yang mereka lakukan sejalan dengan agenda Presiden Donald Trump, yang dituangkan dalam 36 poin pertanyaan, kata universitas-universitas tersebut.

Survei tersebut termasuk pertanyaan tentang program-program terkait keberagaman, kesetaraan dan inklusi yang berusaha dihapuskan oleh pemerintah Trump. Dalam sejumlah kasus, penerima dana bantuan hanya diberikan waktu 48 jam untuk menjawab kuesioner tersebut, kata Group of Eight.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

“Kami sangat khawatir dengan dampak meluas dari kebijakan pemerintahan Trump, tidak hanya bagi masa depan riset kesehatan dan medis, tetapi juga khususnya berkaitan dengan kolaborasi pertahanan,” kata Vicki Thomson, CEO dari Group of Eight, dalam sebuah pernyataan yang ditujukan kepada Reuters.

Kelompok itu sudah meminta pemerintah Australia untuk turun tangan, termasuk meminta perpanjangan waktu untuk pengisian kuesioner, kata pernyataan tersebut.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS di Canberra menolak untuk memberikan komentar terkait masalah tersebut, lapor Reuters. Sementara Kementerian Pendidikan Australia belum menanggapi permintaan serupa.

Universitas di Australia yang tergabung dalam Group of Eight menggarap 70 persen dari keseluruhan riset di tingkat perguruan tinggi di negeri kanguru itu. Amerika Serikat merupakan mitra riset tunggal global terbesar mereka. Secara kolektif universitas-universitas itu menerima sekitar $161,6 juta dalam bentuk hibah dari US National Institutes of Health (NIH) antara 2020 dan 2024.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAustraliauniversitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Australia Darurat Islamofobia, Korban Mayoritas Muslimah
Tulisan selanjutnya Iraq Cari Alternatif Impor Gas Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?