Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

UEA Klaim Gagalkan Upaya Pengiriman Amunisi ke Militer Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 April 2025 21:16 9:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 April 2025 21:16
Bagikan
sudan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak berwenang Uni Emirat Arab menggagalkan upaya pengiriman jutaan butir amunisi yang akan dikirim secara ilegal ke pihak militer Sudan di sebuah bandara, kata media pemerintah UEA hari Rabu (30/4/2025) – yang menurut Angkatan Bersenjata Sudan merupakan berita karangan.

Laporan kantor berita resmi WAM mengatakan pihak berwenang UEA menemukan “sekitar lima juta butir amunisi 7,54 x 62 mm tipe Goryunov di atas sebuah pesawat pribadi di sebuah bandara dan sudah melakukan sejumlah penangkapan.

WAM mengatakan rencana pengiriman amunisi itu melibatkan sekelompok orang yang di dalamnya termasuk bekas kepala dinas intelijen Sudan, Salah Gosh, yang pada 2023 menjadi target sanksi Amerika Serikat karena tidak mendukung demokrasi melalui pembentukan pemerintahan transisi di Sudan.

“Para tersangka ditangkap saat dilakukan inspeksi terhadap amunisi yang berada dinatas sebuah pesawat pribadi di salah satu bandara di negara ini (UEA),” bunyi sebuah pernyataan yang dipublikasikan WAM seperti dilansir Reuters, tanpa menyebut bandara di maksud, rute penerbangan pesawat itu, maupun nama orang-orang yang ditangkap.

Lebih lanjut laporan WAM menyebutkan bahwa diduga ada kesepakatan pengiriman amunisi dan senjata yang lebih besar bernilai jutaan dolar, yang meliputi amunisi, senjata serbu Kalashnikov, senapan mesin serta granat, yang disamarkan sebagai impor gula yang dikoordinasikan oleh Kolonel Othman al-Zubeir dari AD Sudan.

Baca Juga

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Menampik laporan WAM itu, militer Sudan mengklaim pihaknya justru menyita sejumlah persenjataan yang dipasok UEA ke lawannya kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

“Setelah pemerintah Sudan mengungkap keterlibatan kriminal UEA dan keterlibatannya dalam pembantaian rakyat Sudan melalui dukungan yang diberikannya kepada milisi pemberontak (RSF), UEA sekarang berusaha menabur debu di mata rakyat Sudan dan mengarang tuduhan palsu,” kata Brigjen Nabil Abdallah, jubir militer Sudan, kepada Reuters.

Militer Sudan berulang kali menuding UEA memasok persenjataan kelompok RSF, klaim yang menurut pakar-pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa terbukti kredibel dan sedang diselidiki kembali.

Sudan sudah mengajukan gugatan ke International Court of Justice, menuding UEA membantu RSF dalam genosida di Darfur Barat, tuduhan yang dibantah oleh UEA. ICJ akan mengeluarkan putusan awalnya dalam kasus itu Senin pekan depan.

UEA membantah semua tuduhan-tuduhan yang dikemukakan oleh pihak Sudan.Militer Sudan sendiri sebenarnya sejak lama mengelola pendanaannya melalui bank-bank UEA, praktik yang tampaknya tidak berubah meskipun ada ketegaan dinantara kedua negara, menurut sumber-sumber yang mengetahui perihal transaksi keuangan tersebut.

Sebelumnya tidak ada laporan perihal pengiriman senjata melalui negara Teluk nan kaya raya itu.

Peperangan di Sudan dua tahun terakhir, yang pecah akibat perebutan kekuasaan antara tentara pemerintah dan RSF, telah memporak-porandakan negara yang sebenarnya kaya akan sumber daya alam itu termasuk minyak. Akibat peperangan, tidak hanya beribu-ribu orang kehilangan nyawa, tetapi belasan juta penduduk kehilangan tempat tinggal dan banyak yang mengalami malnutrisi dan kelaparan.

Sementara tentara pemerintah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah ibu kota Khartoum dan bagian tengah Sudan, peperangan terus berlangsung di Darfur Utara, di mana ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal akibat serangan pasukan RSF. Selain itu, serangan brutal RSF mengakibatkan para pengungsi di kamp Zamzam mengalami kelaparan parah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:RSFSudanUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semak Dekat Yerusalem Terbakar Lagi Israel Evakuasi Penduduk
Tulisan selanjutnya Serangan Kelompok Pemberontak Kembali Marak Nigeria Tunjuk Komandan Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?