Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ulama Libya Serukan Pembangkangan Tentara Mesir dan Yordania untuk Serbu Perbatasan ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Juni 2025 12:21 12:21 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Juni 2025 13:50
Bagikan
Syeikh Ahmad Al-Ghiryani
Bagikan

Hidayatullah.com— Seorang ulama terkemuka asal Libya, Syeikh Ahmad Al-Ghiryani, membuat pernyataan kontroversial yang menyerukan tentara Mesir dan Yordania untuk melakukan pembangkangan terhadap perintah atasan dan mengambil tindakan militer di perbatasan ‘Israel’.

Pernyataan ini muncul di tengah kegerangan para ulama atas diamnya pemimpin negara Arab atas genosida ‘Israel’ di Gaza yang telah menyebabkan lebih 50 ribu orang Palestina gugur.

الشيخ/ د. #الصادق_الغرياني/ مفتي عام #ليبيا: حكام السعودية سَخَّرُوا الحرم وأموال العمرة لدعم أعدائكم، مشروع السعودية، والإمارات اليوم التنافس على رفع الاستثمارات عند أمريكيا.
حلقة الإسلام والحياة 26 – 03 – 2024م pic.twitter.com/1CXo3z9xog

— الشيخ د. الصادق الغرياني (@shikhSADEQ) April 3, 2025

Dalam rekaman eksklusif yang diperoleh Al Jazeera, Syeikh berusia 62 tahun ini berseru: “Demi darah syuhada Gaza, saya fatwakan: tidak ada ketaatan pada makhluk dalam maksiat kepada Sang Pencipta! Buka perbatasan Rafah dan Allenby sekarang juga!”

Dalam sebuah video ceramah yang beredar di media sosial, Syeikh Al-Ghiryani dengan lantang menyatakan:

“Wahai tentara Mesir dan Yordania, jika pemerintah kalian memerintahkan untuk diam sementara saudara-saudara kita di Palestina dibantai, maka itu adalah perintah yang haram untuk dipatuhi! Kalian punya senjata, punya kekuatan, dan punya kewajiban untuk membantu mereka yang tertindas!”

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Ia juga menambahkan:

“Jangan takut pada atasan kalian yang tunduk pada Amerika dan Zionis. Takutlah pada Allah! Jika kalian bisa menerobos perbatasan dan membantu rakyat Gaza, lakukanlah! Ini adalah jihad yang diwajibkan!”

“Wahai tentara Yordania dan Mesir! Jika kalian tidak bergerak untuk membela saudara-saudara kalian di Gaza, jika kalian memilih diam ketika rakyat Palestina dibantai dan kehormatan umat diinjak-injak, maka kalian harus tahu bahwa neraka menanti kalian!” seru Ahmad Al-Ghiryani dalam khutbahnya yang kemudian viral di media social.

Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama pemerintah Mesir dan Yordania yang memiliki hubungan diplomatik dengan pihak penjajah ‘‘Israel’’.

Middle East Eye (MEE) melaporkan militer Yordania –sekutu AS— telah menangkap 12 prajuritnya yang membagikan video ini. “Kami menangkap 12 prajurit yang membagikan video Syeikh ini di grup WhatsApp internal. Ini jelas pelanggaran kode etik militer.”

Dr. Hanaa Jamal analisis geopolitik dari Institut Studi Timur Tengah Kairo dalam wawancara dengan Al-Araby Al-Jadeed memperingatkan: “Seruan ini berbahanya memecah belah kesatuan militer Arab. Mesir tidak akan biarkan keamanan Semenanjung Sinai terganggu.”

Pakar keamanan Timur Tengah, Dr. Omar Ashour, menyatakan bahwa meskipun seruan ini viral, kecil kemungkinan tentara Mesir dan Yordania benar-benar memberontak.

“Militer Mesir dan Yordania sangat profesional dan loyal pada pemerintah. Namun, jika tekanan publik terus meningkat, tidak menutup kemungkinan akan ada gelombang desakan agar kedua negara mengambil sikap lebih keras terhadap ‘Israel’,” ujarnya.

Seruan Syeikh Al-Ghiryani menjadi trending di Twitter dengan tagar #BreakTheBorders dan #ArmyForPalestine. Beberapa akun aktivis pro-Palestina mendukung.

Banyak netizen menyuarakan dukungan terhadap desakan agar militer Arab tidak hanya berperan pasif dalam konflik yang terus memakan korban jiwa tersebut.

“Jika bukan kalian yang membela Gaza, siapa lagi? Dunia telah melihat cukup banyak kemunafikan. Sudah saatnya tentara Muslim kembali ke jalan jihad yang haq.” tulis salah satu akun pro-Palestina di akun X (dulu Twitter).

Seruan ini juga telah membuat marah pihak penjajah. Kementerian Luar Negeri ‘‘Israel’’ melalui The Times of ‘Israel’ menyebut ajakan adalah bentuk hasutan perang dan menuduh didanai Iran.

Syeikh Al-Ghiryani adalah mantan Mufti Libya dan dikenal sebagai ulama berpengaruh dalam dunia Islam yang konsisten membela perjuangan Palestina. Dalam khutbahnya, ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits tentang kewajiban jihad dan solidaritas umat Islam terhadap sesama Muslim yang tertindas.

“Allah telah memerintahkan kita untuk menolong saudara-saudara kita yang dizalimi. Bagaimana mungkin kalian yang bersenjata lengkap, yang berada hanya beberapa kilometer dari Gaza, memilih berpangku tangan? Di mana iman kalian? Di mana harga diri kalian sebagai Muslim?” tegasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinemiliterpembangkanganPerbatasan IsraelSyeikh Ahmad Al-Ghiryanitentara mesirtentara YordaniaUlama Yaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Kutuk Serangan Penjajah ‘Israel’ ke Iran
Tulisan selanjutnya Raja Salman Perintahkan Aparat Saudi Bantu Jamaah Haji Iran yang Tidak Bisa Pulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?