Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gagal ke Venus Pesawat Uni Soviet akan Jatuh ke Bumi Entah di Mana

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Mei 2025 19:01 7:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Mei 2025 19:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah pesawat ruang angkasa era Uni Soviet yang dimaksudkan mendarat di Venus pada tahun 1970-an diperkirakan akan jatuh tak terkontrol entah di belahan Bumi mana.

Kosmos 482, seberat 500 kg, diterbangkan ke angkasa luar dengan tujuan Venus tetapi gagal karena terjadi malfungsi pada roketnya.

Terlalu dini untuk mengetahui di mana logam seberat setengah ton itu akan jatuh atau sebanyak apa bagian dari benda itu akan selamat kembali masuk ke Bumi, menurut para pengamat sampah luar angkasa.

Ilmuwan Belanda Marco Langbroek memperkirakan pesawat yang gagal itu akan kembali ke Bumi pada 10 Mei. Dia menduga benda tersebut akan jatuh dengan kecepatan 150 mph (242km/h), jika masih tetap utuh.

“Pasti ada risikonya, tetapi kita tidak perlu terlalu khawatir,” kata Langbroek dalam surelnya seperti dilansir Associated Press Jumat (2/5/2025).

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Benda itu relatif kecil, dan kalaupun tidak terpecah belah, “risikonya seperti kejatuhan meteorit, yang setiap tahun terjadi beberapa kali. Risikonya masih lebih besar Anda tersambar petir selama hidup,” paparnya.

Kemungkinan benda itu benar-benar menghantam seseorang atau sesuatu kecil,” imbuhnya. “Namun, tidak bisa diabaikan sama sekali.”

Uni Soviet meluncurkan pesawat ruang angkasa yang diberi mana Kosmos 482 tersebut pada tahun 1972, satu dari rangkaian misi ke Venus. Namun, disebabkan masalah pada roket pendorongnya benda itu tidak pernah keluar dari orbit Bumi.

Beberapa bagiannya sudah berjatuhan kurun beberapa dekade. Namun, Langbroek dan ilmuwan lainnya meyakini bahwa kapsul yang diharapkan mendarat ke Venus itu – berbentuk bulat dengan diameter 3 kaki – sudah mengitari dunia dalam orbit elips selama 53 tahun terakhir, dan secara bertahap ketinggiannya terus menurun.

Kemungkinan benda seberat hampir 500 kilogram itu akan selamat kembali masuk ke Bumi, karena dibuat dari bahan yang tahan untuk menembus atmosfer karbon dioksida tebal Venus, kata Langbroek, ilmuwan Delft University of Technology di Belanda.

Para pakar meragukan sistem parasut pada benda itu masih berfungsi setelah sekian lama. Lapisan pelindung panasnya juga kemungkinan sudah aus setelah puluhan tahun benda itu melayang di orbit.

Namun, ada baiknya jika lapisan pelindungnya tidak berfungsi, karena akan menyebabkan benda itu terbakar ketika menembus atmosfer Bumi, kata Jonathan McDowell dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics dalam sebuah surel. Namun , apabila pelindung panasnya masih berfungsi, benda itu dimungkinkan akan jatuh kembali ke Bumi dalam keadaan utuh.

Pesawat ruang angkasa itu bisa jatuh di mana saja antara 51,7 derajat lintang utara dan selatan, atau sejauh utara London dan Edmonton di Alberta, Kanada, terus ke Tanjung Horn di Amerika Selatan. Namun, karena Bumi sebagian besar merupakan perairan, maka kemungkinan benda itu jatuh di lautan, kata Langbroek.

Pada 2022, sebuah roket booster milik China jatuh ke Bumi tanpa terkendali. Sebelumnya pada 2018, stasiun luar angkasa China Tiangong-1 menembus atmosfer Bumi di atas Samudra Pasifik bagian selatan setelah mengalami lepas kontrol saat ditarik kembali ke Bumi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kosmos 482ruang angkasaUni Sovietvenus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Maskapai Turki Hapus Rute ke ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Pendanaan Media Publik NPR dan PBS Dipotong Trump

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?