Hidayatullah.com– Sebuah komisi Swedia, hari Senin (2/6/2025), menyerukan supaya adopsi anak dari luar negeri dihentikan setelah ditemukan banyaknya pelanggaran dan penipuan selama beberapa dekade.
“Terdapat kasus-kasus perdagangan anak yang terkonfirmasi setiap dekade dari tahun 1970-an hingga tahun 2000-an, terutama dalam konteks adopsi pribadi,” kata Anna Singer saat menyerahkan laporannya kepada Menteri Sosial Camilla Waltersson Gronvall, yang mengatakan akan mengkaji ulang kebijakan tersebut.
Hasil investigasi menemukan bahwa sejumlah anak yang dibawa ke Swedia diadopsi tanpa persetujuan orang tua mereka, dinyatakan meninggal secara salah, atau diserahkan oleh individu yang bukan wali sah mereka.
“Dalam sebagian kasus, mereka juga diserahkan oleh orang tua yang tidak memahami implikasi dari persetujuan terhadap adopsi internasional,” kata Singer, seperti dilansir DW.
Investigasi dimulai pada tahun 2021, menyusul laporan surat kabar Swedia Dagens Nyheter yang mengungkap masalah serius dalam sistem adopsi internasional di negara tersebut.
“Kesimpulannya adalah telah terjadi penyimpangan dalam adopsi internasional di Swedia,” kata Singer, seraya menambahkan bahwa pemerintah sudah mengetahui adanya masalah-masalah tersebut “sejak awal”.
Para penyelidik menemukan adanya “kesenjangan yang signifikan dan sistemik” dalam dokumentasi adopsi internasional di Swedia, termasuk informasi palsu tentang tanggal lahir anak, asal-usul atau siapa orang tua mereka, serta keadaan seputar adopsi tersebut.
Laporan itu juga mencatat bahwa peraturan pemerintah Swedia memprioritaskan adopsi dari luar negeri, dengan sebagian besar ditangani oleh organisasi swasta yang mendapatkan insentif apabila berhasil mengambil anak dari luar negeri untuk diasuh oleh orang Swedia.
Kasus-kasus perdagangan manusia dilaporkan terjadi dari tahun 1970-an hingga 2000-an, yang melibatkan anak dari berbagai negara seperti Sri Lanka, Kolombia, Polandia, dan China.
Komisi tersebut mendesak pemerintah untuk mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada para anak angkat dan keluarga mereka.
“Negara perlu mengakui pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang telah terjadi,” kata Singer.
Adopsi internasional di Swedia sudah banyak berkurang – dari lebih dari 900 pada tahun 1985 menjadi hanya 14 pada tahun 2025, menurut Adoptionscentrum.*




