Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Serangan Houthi Berkurang Lalu Lintas Laut Merah Mencapai 60 Persen

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juni 2025 22:39 10:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juni 2025 03:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lalu lintas maritim di Laut Merah naik 60 persen menjadi 36-37 kapal per hari sejak Agustus 2024, tetapi jumlah itu masih di bawah dari masa sebelum kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di kawasan itu. Demikian menurut komandan misi EUNAVFOR Aspides.

Operasi Aspides merupakan misi angkatan laut Uni Eropa untuk menghadapi serangan Houthi di sekitar Laut Merah.

Jumlah kapal niaga yang melintasi selat sempit Bab Al-Mandab naik setelah serangan rudal dan drone Houthi mereda, serta Amerika Serikat dan Houthi menandatangani kesepakatan gencatan senjata, kata Laksamana Muda Vasileios Gryparis dalam wawancara di Madrid, Spanyol, seperti dilansir Reuters Kamis (5/6/2025).

Lalu lintas kapal mencapai titik terendah 20-23 per hari pada Agustus 2024. Bandingkan dengan 72-75 kapal per hari sebelum Houthi mulai menyerang kapal-kapal yang melintasi Laut Merah pada November 2023 dengan alasan mendukung perjuangan rakyat Gaza melawan Zionis Israel.

Misi Aspides, yang dibentuk untuk menjaga keamanan navigasi di jalur perdagangan strategis yang menghubungkan Mediterania dengan Teluk Asia melalui Terusan Suez, diperluas pada bulan Februari, ketika misi itu juga ditugaskan untuk melacak pengiriman senjata ilegal dan memantau kapal pembawa minyak Rusia, yang sedang dijatuhi sanksi oleh Barat.

Baca Juga

ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

Serangan terakhir atas sebuah kapal niaga terjadi pada November 2024 dan Houthi juga mempersempit target mereka, yaitu hanya menyasar kapal-kapal Israel dan kapal yang berhubungan dengan Israel atau sudah/akan berlabuh di pelabuhan Israel, kata Gryparis.

“Jika kapal Anda memenuhi kriteria tersebut… ada kemungkinan besar — lebih dari 99 persen — bahwa kapal Anda tidak akan menjadi sasaran Houthi,” imbuh Gryparis.

Namun demikian, Gryparis mengatakan dia tidak menjamin bahwa kapal niaga itu pasti tidak akan diserang.

Sejumlah perusahaan enggan menggunakan rute tersebut disebabkan Aspides tidak memiliki cukup armada untuk mengawal setiap kapal yang melintas di Laut Merah. Apabila sebuah kapal berharap mendapatkan pengawalan untuk melintasi rute itu, mereka akan mengalami keterlambatan setidaknya satu pekan, kata Gryparis.

Dia mengatakan Aspides memiliki dua sampai tiga kapal yang beroperasi pada satu waktu, dan telah meminta UE untuk menyediakan 10 kapal guna meningkatkan kapasitasnya untuk menjalankan tugas perlindungan.

Sejauh ini Aspides sudah memberikan perlindungan kepada 476 kapal, menembak jatuh 18 drone, menghancurkan dua perahu yang dioperasikan dari jarak jauh untuk menyerang kapal-kapal besar yang sedang berlayar, serta mencegat empat rudal balistik, papar Gryparis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AspidesHouthiisraelUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pekerja Pelabuhan Prancis Menolak Layani Kapal terkait ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Bekas Menhan ‘Israel’ Sebut Netanyahu Mempersenjatai Gerombolan ISIS di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Berita
21 Juli 2026 18:02
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

20 Juli 2026 17:00
Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

20 Juli 2026 14:30
Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

20 Juli 2026 12:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?