Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Wassim al-Assad, Sepupu Presiden Suriah Bashar al-Assad Tertangkap

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Juni 2025 16:31 4:31 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Juni 2025 16:30
Bagikan
Wassim, sepupu Bashar al-Assad tertangkap
Bagikan

Hidayatullah.com— Wassim al-Assad, sepupu terkemuka Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah ditangkap dengan tuduhan korupsi menurut berbagai sumber media Arab.

Penangkapan ini menjadi tindakan langka terhadap anggota keluarga Assad yang berpengaruh, memunculkan pertanyaan tentang perebutan kekuasaan internal di kalangan elit penguasa Suriah.

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang memegang kendali signifikan di wilayah Latakia, basis kuat rezim Bashar al-Assad, serta terlibat dalam jaringan bisnis dan militer yang mendukung kekuasaan rezim.

Ia pernah memimpin “Shabiha Latakia”, milisi pro-rezim yang terlibat dalam represi selama Perang Saudara Suriah. Ia juga memegang posisi di jaringan keamanan dan intelijen yang mengawasi wilayah pesisir Suriah.

Wassim dituduh terlibat dalam kejahatan perang, termasuk pembunuhan dan penyiksaan terhadap oposisi.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Media Arab termasuk Al-Arabiya dan Al-Hadath mengutip sumber keamanan tidak resmi yang menyatakan Wassim dituduh melakukan penggelapan, pencarian keuntungan ilegal, dan penyalahgunaan hubungan keluarga untuk kepentingan pribadi.

Meskipun media resmi Suriah belum mengkonfirmasi penangkapan ini, aktivis lokal dan sumber pro-oposisi telah menyebarkan gambar dan laporan tentang penahanannya.

Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, menyatakan Wassim ditahan setelah berselisih dengan pejabat tinggi rezim terkait urusan keuangan.

Figur Kontroversial

Wassim al-Assad, yang sering disebut sebagai “anak hitam keluarga Assad”, telah lama menjadi figur kontroversial di kalangan politik dan bisnis Suriah.

Berbeda dengan kerabat lain yang memegang posisi resmi pemerintah atau militer, Wassim membangun pengaruhnya melalui usaha swasta termasuk properti dan jaringan perdagangan.

Menurut Middle East Eye (MEE), dia dikenal dengan gaya hidup mewah dan keterlibatannya dalam operasi penyelundupan, terutama selama krisis ekonomi Suriah.

Penangkapannya mengisyaratkan upaya rezim untuk menjaga jarak dari skandal korupsi di tengah isolasi internasional dan kolaps ekonomi Suriah.

Para analis berspekulasi penahanan Wassim mungkin terkait beberapa faktor:

Pembersihan Anti-Korupsi – Presiden Assad mungkin berusaha menunjukkan tindakan tegas terhadap korupsi di tengah inflasi dan kelangkaan barang.

Perebutan Kekuasaan Internal – Penangkapan bisa menandakan ketegangan dalam keluarga Assad atau antar faksi saingan di tubuh rezim.

Kambing Hitam – Dengan meningkatnya frustrasi publik atas kesulitan ekonomi, menargetkan kerabat terkemuka mungkin menjadi pengalihan.

Al-Monitor melaporkan Wassim baru-baru ini bentrok dengan petinggi rezim lain terkait kendali rute penyelundupan menguntungkan, yang mungkin memicu kejatuhannya.

Reaksi dan Implikasi

Penangkapan ini memicu reaksi beragam di dalam Suriah. Sebagian pendukung pemerintah memuji langkah ini sebagai bentuk akuntabilitas, sementara kritikus menyebutnya hanya gestur simbolis.

“Jika Wassim al-Assad benar-benar dimintai pertanggungjawaban, mengapa tidak menuntut pejabat korup lain?” tanya seorang aktivis Suriah di Beirut kepada Reuters dengan kondisi anonim.

Penahanan ini juga bisa mengindikasikan perubahan dinamika dalam rezim Assad, yang berusaha mengkonsolidasi kekuasaan di tengah berbagai tantangan termasuk sanksi AS dan proses politik yang mandek.

Saat ini, status hukum Wassim al-Assad masih belum jelas. Jika resmi didakwa, pengadilannya bisa menjadi alat pencitraan rezim atau justru mengungkap perpecahan lebih dalam di kalangan penguasa Suriah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bashar al-AssadsuriahWassim al-Assad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komandan Baru IRGC Siap Melakukan Serbuan Cepat ke ‘Israel’
Tulisan selanjutnya kopi manfaat Pecinta Kopi Hitam Cenderung Punya Sifat Psikopatik, Tapi Bukan Sebab-Akibat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?