Hidayatullah.com– Dua ayah di Inggris mengatakan kepada menteri pendidikan bahwa mereka akan mengajukan judicial review supaya diberlakukan undang-undang yang melarang penggunaan ponsel di sekolah demi melindungi anak-anak mereka dari bahayanya.
Will Orr-Ewing dan Pete Montgomery menulis surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan Bridget Phillipson pada hari Jumat berisi peringatan bahwa mereka akan mengajukan judicial review.
Mereka berargumen bahwa pedoman saat ini, yang memperbolehkan kepala sekolah memutuskan sendiri bagaimana ponsel digunakan di sekolah, adalah bertentangan dengan hukum dan membahayakan anak-anak.
Departemen Pendidikan sekarang memiliki waktu 14 hari untuk secara resmi menanggapi surat tersebut. Departemen Pendidikan mengatakan sekolah sudah diberikan kewenangan untuk melarang penggunaan ponsel dan hal itu memberikan “perlindungan yang lebih baik” dari konten-konten berbahaya sebagaimana yang diatur dalam Online Safety Act.
Kedua ayah tersebut, yang mengajukan gugatan dengan nama Generation Alpha, berargumen bahwa ponsel pintar masih banyak dipergunakan di sekolah secara berbahaya dan pendekatan yang paling aman bagi anak-anak adalah memberlakukan larangan penuh terhadap ponsel pintar di sekolah-sekolah.
Orr-Ewing mengatakan ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa ponsel dipergunakan untuk mengakses konten kekerasan atau seksual atau dipergunakan untuk melakukan perundungan secara online.
“Kita mengetahui bahwa ketika anak-anak menggunakan ponsel pintar mereka biasanya tidak melakukannya secara aman,” kata Orr-Ewing seperti dilansir The Guardian Ahad (13/7/2025).
Anak-anak perempuan dimanipulasi oleh para predator di platform berbagi pesan saat pelajaran berlangsung dan di toilet sekolah, dan bocah-bocah kecil ditunjukkan konten-konten pornografi di dalam bus sekolah oleh anak-anak lain, paparnya.
Kedua ayah itu mengatakan larangan penggunaan ponsel pintar adalah sangat jelas layak untuk diberlakukan, dan dia mengatakan anak-anak hanya perlu menggunakan “ponsel bata” untuk berkomunikasi dengan orangtuanya jika diperlukan.
Hasil survei nasional yang diperintahkan oleh Rachel de Souza, Komisioner anak untuk wilayah England, yang dipublikasikan pada bulan April menunjukkan bahwa 90% dari seluruh sekolah di wilayah England memberlakukan larangan penggunaan ponsel oleh para siswa.
Survei menemukan bahwa 79% sekolah menengah mengizinkan siswa untuk menyimpan ponsel mereka tetapi melarang penggunaannya atau menunjukkannya ke orang lain, sementara 8% mengharuskan ponsel untuk diserahkan ke pihak sekolah saat pelajaran berlangsung, dan 3% sama sekali tidak memperbolehkan siswa membawa ponsel.*




