Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Politisi Parlemen Hizbullah Tegaskan Kelompoknya Tidak akan Menyerahkan Senjatanya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 September 2025 10:07 10:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 September 2025 10:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang anggota parlemen dari kelompok Hizbullah, hari Sabtu (6/9/2025), menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menyerahkan senjata, satu hari setelah pemerintah Libanon memerintah militer untuk melucuti persenjata kelompok itu.


Politisi Hizbullah, Hassan Ezzedine, mengatakan kelompoknya tidak akan menyerahkan senjatanya atas dasar keadaaan atau alasan apapun, lapor National News Agency seperti dilansir AFP.


Di tengah tekanan kuat dari Amerika Serikat dan kekhawatiran akan serangan udara Zionis Israel atas wilayahnya, pemerintah Beirut bulan lalu memerintahkan militer untuk membuat rencana pelucutan senjata Hizbullah sebelum akhir tahun ini.


Pada pertemuan hari Jumat, yang dicela Hizbullah dan para sekutunya, kabinet menyetujui rencana yang dibuat militer.


Berbicara usai pertemuan itu, Menteri Informasi Paul Morcos militer akan mulai melaksanakan rencana itu “sesuai dengan kapabilitas yang ada.”

Baca Juga

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air


Dia mengatakan bahwa komandan militer memperingatkan perihal “hambatan” dalam pelaksanaannya, terutama “serangan Israel”, dan tidak memberikan waktu pelaksanaan operasi tersebut.


Para pihak yang membuat rencana jahat dan keputusan gegabah perihal pelucutan senjata Hizbullah dan mereka yang mendukung rencana itu, harus memikirkan ulang dan mengoreksi kesalahan mereka, kata Ezzedine dalam sebuah acara yang digelar pada hari Sabtu di bagian selatan Libanon yang merupakan basis pendukungnya. “Jika tidak, mereka akan menanggung akibatnya… yang akan datang kemudian,” imbuhnya.

Ezzedine memuji “sikap berani” para menteri Shis dari HIzbullah dan sekutunya Amal yang melakukan aksi walk out saat rapat kabinet, ketika militer mulai memaparkan rencana pelucutan senjata Hizbullah yang mereka rancang.


Pemerintah mengatakan pelucutan senjata Hizbullah merupakan bagian dari implementasi gencatan senjata yang dijembatani Amerika Serikat yang mengakhiri lebih dari satu tahun perseteruan antara petempur Hizbullah dan Israel pada bulan November 2024.


Meskipun sudah ada gencatan senjata, Israel masih terus menggempur wilayah Libanon dengan alasan menarget HIzbullah, mengatakan bahwa mereka akan berhenti apabila senjata militan itu sudah dilucuti seluruhnya.


Israel saat ini masih menempatkan pasukannya di lima titik di bagian selatan Libanon yang dianggap strategis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HizbullahisraelLiibanon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Menlu Zambia Dihukum Penjara dan Kerja Berat karena Korupsi
Tulisan selanjutnya Warga Washington DC Protes Pengerahan Pasukan National Guard

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?