Hidayatullah.com – Sejumlah ledakan mengguncang ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9/2025), dengan kepulan asap terlihat membubung di beberapa area. Berbagai sumber dari pihak penjajah Israel mengklaim bahwa ledakan tersebut merupakan operasi militer yang menargetkan kepemimpinan senior pejuang Hamas yang berada di negara itu.
Menurut laporan dari Jerusalem Post dan Axios yang mengutip pejabat senior Israel, ledakan tersebut adalah bagian dari operasi untuk membunuh para petinggi pejuang Hamas di Qatar. Otoritas Penyiaran Israel juga mengonfirmasi adanya operasi terhadap kepemimpinan pejuang Hamas. Channel 13 Israel menyebutkan target serangan adalah “para pemimpin senior” pejuang Hamas di Doha.
Di sisi lain, sumber dari kepemimpinan Hamas yang diwawancarai oleh Al Jazeera menyatakan bahwa serangan itu menargetkan delegasi perunding Hamas saat mereka sedang mengadakan pertemuan di Doha. Sumber tersebut menambahkan bahwa pertemuan itu tengah membahas proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sementara itu, Militer penjajah Israel (IDF) dan lembaga keamanan Shin Bet mengonfirmasi serangan tersebut. Dalam pernyataan resmi, IDF menyebutkan bahwa angkatan udara mereka “secara tepat” menyerang kepemimpinan Hamas. IDF mengklaim para pemimpin yang menjadi sasaran telah memimpin kegiatan organisasi selama bertahun-tahun dan bertanggung jawab langsung atas aksi 7 Oktober”.
Militer Israel juga menyatakan bahwa mereka akan terus “bertindak tegas hingga organisasi Hamas musnah”. Channel 14 Israel, mengutip pejabat Israel, melaporkan bahwa serangan itu menargetkan Khalil al-Hayya dan Zaher Jabarin, dua pemimpin senior Hamas, dan dilakukan menggunakan jet tempur. Mereka saat ini sedang menunggu hasil dari operasi tersebut.*




