Hidayatullah.com – Petarung Muslim asal Rusia, Magomed Ankalaev, gagal dalam mempertahankan sabuk juara UFC kelas Light Heavyweight usai dikalahkan Alex Pereira pada laga UFC 320 di Amerika Serikat, Ahad (05/10/2025).
Kekalahan tersebut tidak lantas membuat petarung bela diri campuran (MMA) itu berkecil hati dan menyebutnya sebagai ujian dari Allah SWT.
“Jika Allah mengujiku dengan kekalahan, itu artinya Dia ingin menguatkanku. Aku tunduk pada kehendak-Nya, bukan pada kesulitan,” kata Ankalaev melalui akun Instagramnya tak lama setelah pertandingan.
Ia lantas berterima kasih kepada orang-orang yang terus mendukungnya dan kepada yang meninggalkannya.
“Lagipula, Allah membersihkan jalan bukan hanya dari kelemahan, tetapi juga dari orang-orang yang tidak berguna,” lanjutnya.
Pertandingan di T-Mobile Arena, Las Vegas, AS pada Ahad, antara Ankalaev melawan Alex Pereira berakhir hanya dalam tempo 1 menit di ronde 1.
Dalam laga itu, Alex Pereira yang memilih agresif sejak bel awal pertandingan berbunyi membuat Ankalaev kewalahan. Hingga akhirnya sebuah pukulan tangan kanan Pereira tepat mengenai Ankalaev, membuatnya oleng dan terjatuh.
Situasi tersebut segera dimanfaatkan Pereira, yang melancarkan serangan bertubi-tubi menggunakan sikutnya. Menyaksikan Ankalaev tidak keluar dari tekanan, wasit kemudian menilai Ankalaev tidak bisa melawan lagi dan menetapkan technical knock out (TKO).
Hasil ini sekaligus membayar kekalahan Pereira, yang merupakan mualaf, di pertemuan pertama dengan Ankalaev pada Maret 2025.*




