Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dewan Pakar Hidayatullah Sebut Indonesia Emas 2045 Sebagai Tantangan dan Peluang

Bambang S
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2025 19:55 7:55 pm
Bambang S
Dipublikasikan 27 Oktober 2025 19:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Dewan Pakar Bidang Pendidikan Hidayatullah, Ali Imron, menegaskan tantangan menuju Indonesia Emas 2045 sebagai peluang sekaligus tantangan. Hal ini ia sampaikan dalam sambutan di arena Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Hidayatullah yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada Kamis 23 Oktober 2025.

Daftar isi
  • Kembali ke Hidayatullah
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“2045, sebuah peluang sekaligus tantangan. Dari mana kita harus memulai tentu dari diri kita masing-masing. Bagaimana keluarga kita, bagaimana komunitas Hidayatullah di daerah-daerah,” kata Ali Imron dalam sambutannya dalam Munas VI Hidayatullah yang mengambil tema besar “Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045”.

Ia mengajak para kader untuk menatap jauh ke depan, tanpa melupakan akar perjuangan Hidayatullah. “Masa lalu penting untuk keseimbangan, tapi tatapan kita harus tetap ke depan, kepada sesuatu yang penting dan strategis. Apa yang kita lakukan hari ini mencerminkan yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang,” lanjutnya.

Imron mengatakan kalau kita tidak menyiapkan diri dari sekarang, kita akan menjadi buih. Karena itu, kader Hidayatullah harus memantapkan diri, menatap masa depan dengan keyakinan dan visi yang kuat.

Imron menyampaikan optimismenya, bahwa Hidayatullah akan memiliki peran strategis dalam membangun generasi berkarakter global namun berakar kuat pada nilai keindonesiaan. “Sekolah-sekolah kita bukan sekadar pesantren biasa. Ia tumbuh dari kultur Indonesia, membawa misi perjuangan, dan punya obsesi global,” ujarnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Ia mencontohkan capaian penting lembaga pendidikan Hidayatullah yang telah bekerjasama dengan Universitas Islam Madinah (UIM) serta terkoneksi dengan kurikulum internasional seperti Cambridge. “Ini bagian dari kesiapan menghadapi masa depan, tanpa meninggalkan jati diri dakwah Hidayatullah,” tegasnya.

Imron meyakini, kekuatan Hidayatullah terletak pada sinergi antara pendidikan, kaderisasi, dan semangat dakwah yang berkelanjutan. “Saya meyakini Hidayatullah akan berperan maksimal di masa yang akan datang dan itu semua kuncinya ada pada ingin membangun sekaligus bersinergi,” tandasnya.

Kembali ke Hidayatullah

Ali Imron juga menyampaikan pesan bahwa kehadirannya di arena Musyawarah Nasional ke-6 Hidayatullah adalah dorongan para sahabat dan keluarga. “Pagi ini, di luar nalar saya diberi kesempatan untuk berdiri di majelis yang sangat terhormat,” ujarnya di awal mukadimah.

Ia menuturkan kedatangannya, bukan tanpa pergulatan panjang. “Panjang jalan ceritanya sampai kemudian saya bisa hadir di tempat ini berdasarkan desakan Ustaz Abdurrahman. Utamanya yang paling ngotot adalah istri dari almarhum Ustadz Abdul Manan,” ujarnya. “Seharian diskusi panjang dan mengharuskan saya memantapkan hati saya untuk bisa hadir dengan suasana yang sesungguhnya kurang percaya diri,” sambung Imron.

Bagi Pendiri Al-Izzah International Islamic Boarding School ini, perjalanan sampai pada titik ini mempunyai makna, kesadaran spiritual di tengah perjalanan panjang Hidayatullah. Ia mengistilahkan masih ada “cahaya yang bersinar” yang harus dijaga dan diperkuat.

“Di sini ada cahaya yang masih bersinar. Di sini ada harapan sekaligus tantangan yang sangat berat. Dan untuk itulah kemudian, kalau toh itu lilin, kalau toh itu kunang-kunang yang jauh di seberang masih memungkinkan untuk bisa hadir ikut membantu cahaya yang kini sedang bersinar,” sambungnya, disambut gemuruh takbir Musyawirin. “Allahu Akbar”.

Dalam pandangannya, Musyawarah Nasional ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi momen penagihan moral bagi seluruh kader Hidayatullah. “Seolah-olah saya sedang ditagih. Tagihan itu bukan harta atau jabatan, tapi tagihan moral apa yang harus kita berikan untuk memikul amanat dakwah, tugas yang begitu mulia, misi perjalanan jihad di negeri yang tercinta ini, di Hidayatullah” tegasnya.* Azim Arrasyid

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Munas HidayatullahMunas VI HidayatullahOrmas Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Depan Sekjen PBB, Malaysia Kembali Nyatakan Siap Kirim Pasukan ke Gaza
Tulisan selanjutnya Waspada! Kasus Flu Melonjak 55%, UGM Minta Pemerintah Perkuat Vaksinasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?