Hidayatullah.com– Perusahaan investasi pertambangan Cove Capital akan menggarap cadangan besar tungsten di Kazakhstan bekerja sama dengan perusahaan milik negara setempat JSC Tau-Ken Samruk, berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari Kamis (6/11/2025).
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang diumumkan antara Washington dan Astana guna mempererat kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Cove Capital akan menguasai 70 persen usaha patungan dan penjualan logam itu, sementara Tau-Ken Samruk mengendalikan 30 persen sisanya, menurut dokumen yang dilihat oleh Reuters.
Biaya untuk menggarap tungsten yang berada di Katpar Utara dan Kairakty Atas – di bagian timur Kazakhstan – itu diperkirakan mencapai $1,1 miliar, sementara US Export-Import Bank sudah mengeluarkan letter of interest untuk menggelontorkan dana sebesar $900 juta.
Tungsten, yang digunakan untuk mengeraskan baja dalam berbagai industri, dianggap sebagai salah satu mineral sangat penting oleh pemerintah Amerika Serikat.
Amerika Serikat tidak melakukan penambangan logam itu sejak 2015, sementara China sudah menjadi produsen tungsten terbesar dunia.
Pasokan logam dari proyek di Kazakhstan itu akan digunakan “untuk memprioritaskan kebutuhan pemerintah AS dan komersial Amerika,” menurut dokumen yang dilihat Reuters itu.
“Ini adalah kemenangan generasi bagi AS dan kebutuhan mineral pentingnya,” kata CEO Cove Pini Althaus kepada Reuters.
Althaus, yang sebelumnya menjabat CEO of USA Rare Earth, mengatakan Presiden Donald Trump dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick secara langsung membantu proses negosiasi guna menghadang China dari menggarap deposit tungsten di Kazakhstan.
Konstruksi pertambangannya akan dilakukan dalam dua tahun, dan proses produksinya diharapkan akan bisa dimulai dalam waktu 3 setengah tahun, kata Althaus, seraya menambahkan bahwa proses pengilangannya juga akan dilakukan di Kazakhstan.
“Ini merupakan bagian dari dunia yang belum pernah digarap, menurut pandangan Amerika Serikat, dan demikian pula Kazakhstan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Christopher Landau dalam acara konferensi bisnis C5+1 di gedung Kennedy Center hari Kamis, yang juga dihadiri oleh para pejabat Kazakhstan.*




