Hidayatullah.com – Sedikitnya 90 orang ditangkap dalam aksi unjuk rasa mendukung Palestine Action, gerakan masyarakat yang menarget perusahaan-perusahaan senjata ‘Israel’ di Inggris. Palestine Action ditetapkan sebagai gerakan terlarang usai merusak persenjataan milik Elbit Systems pada Agustus 2024.
Kepolisian Metropolitan mengonfirmasi penangkapan tersebut dalam sebuah unggahan di X, menuduh unjuk rasa tersebut mendukung “organisasi teroris terlarang Palestine Action“.
Para pengunjuk rasa mengatakan polisi yang datang langsung menangkapi mereka yang memegang spanduk bertuliskan penentangan genosida dan pelarangna pemerintah terhadap Palestine Action.
Spanduk bertuliskan “Saya menentang genosida, saya mendukung Palestine Action” termasuk di antara spanduk yang dipajang di Tavistock Square, sebuah situs yang terkenal dengan monumen perdamaiannya.
Defend Our Juries, yang mengorganisir aksi unjuk rasa tersebut, mengatakan petugas polisi mulai membubarkan pengunjuk rasa dalam hitungan menit. “Cabut larangannya,” kata kelompok itu.
Aksi demonstrasi ini menunjukkan semakin banyaknya penolakan terhadap keputusan Kemendagri Inggris yang dipimpin Yvette Copper, yang melarang gerakan tersebut.
Para pendukung mengatakan larangan tersebut merupakan upaya untuk melindungi produsen senjata ‘Israel’ yang beroperasi di Inggris dari tekanan publik.
Menurut The Independent, polisi menahan sejumlah pengunjuk rasa termasuk Carolyn Gelenter, putri seorang penyintas Holocaust, yang mengatakan ia “tidak bisa menjadi penonton”.
Gelenter, 67 tahun, ditangkap untuk kedua kalinya karena menyatakan dukungannya terhadap kelompok yang kini dicap pemerintah sebagai organisasi “teroris”. Ia mengenakan tanda yang menunjukkan sejarah keluarganya sebelum dibawa pergi oleh petugas.
Unjuk rasa solidaritas terhadap kelompok pendukung Palestina itu berlangsung menjelang peninjauan kembali di Pengadilan Tinggi minggu depan, di mana salah satu pendiri Palestine Action, Huda Ammori, akan menggugat pelarangan organisasi tersebut.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Inggris sebuah organisasi terlarang diizinkan untuk menggugat pencantumannya di pengadilan. Gugatan yang berhasil dapat membuat hakim memutuskan bahwa keputusan Cooper melanggar hukum.
Enam anggota Palestine Action juga akan diadili pada hari Senin, dituduh merusak senjata di lokasi raksasa senjata Israel, Elbit Systems, di Inggris pada bulan Agustus 2024.*




