Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Miliki Dua Istri dan 8 Anak, Pendeta Missouri Mengklaim Poligami Bagian Ajaran Bibel

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 November 2025 16:36 4:36 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 November 2025 19:10
Bagikan
Rich Tidwell, seorang pendeta Ormond Church di Canton, Missouri bersama dua istri
Bagikan

Hidayatullah.com—Rich Tidwell, seorang pendeta Ormond Church di Canton, Missouri, memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas Kristiani setelah secara terbuka mengumumkan bahwa ia memiliki dua istri dan istri keduanya sedang mengandung anak kedelapan mereka, demikian kutip laman churchleaders.com.

Gereja kecil non-denominasi yang didirikan lebih dari satu dekade lalu ini menjadi sorotan karena sikap Tidwell yang tidak konvensional terkait poligami, yang ia bela sebagai sesuatu yang sesuai dengan Bibel.

Tidwell yang mendeskripsikan dirinya sebagai suami, ayah, apologet YouTube, polemikus, dan pengikut setia “The Way,” telah menikah dengan istri pertamanya, Brandi, selama lebih dari 14 tahun dan bersama mereka memiliki tujuh anak, termasuk beberapa anak adopsi.

Dalam pengumuman di Instagram pada Juni 2025, Tidwell mengungkapkan susunan keluarga barunya. “Nama saya Rich Tidwell, saya memiliki dua istri yang cantik, dan istri kedua saya sedang mengandung anak kedelapan kami! Kami sangat bersukacita atas apa yang Tuhan lakukan untuk keluarga kami,” merujuk pada Lukas 18:29-30.

Ia melanjutkan dengan sebuah artikel panjang di situs webnya berjudul “Poligami Bibeliah,” di mana ia berargumen bahwa Tuhan tidak pernah melarang poligami sepanjang narasi Bibel dan bahkan mengaturnya secara ilahi dalam beberapa kasus, termasuk Daud (2 Samuel 12:7-8), Yakub (Kejadian 30:18), dan Yoas (2 Tawarikh 24:2-3).

Baca Juga

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Tidwell membedakan poligami dari praktik seperti poliandri dan homoseksualitas yang dinyatakan secara eksplisit dilarang dalam Kitab Suci, sementara perkawinan majemuk diberikan regulasi ilahi, bukan larangan (Keluaran 21:10, Ulangan 21:15-17, Imamat 18:18).

Ajaran Tidwell memicu kontroversi, banyak pemimpin dan teolog Kristen menentang interpretasinya. Para kritikus menekankan ajaran Perjanjian Baru yang sangat menekankan monogami, terutama bagi pemimpin gereja, dengan merujuk pada 1 Timotius 3:2, yang menyatakan bahwa seorang pendeta harus menjadi suami dari satu istri.

Konflik ini menimbulkan perdebatan yang berjudul “Bibeliah atau Tidak Bibeliah?” dengan klaim Tidwell oleh sebagian dianggap sebagai tantangan terhadap doktrin Kristen tradisional, sementara yang lain melihatnya sebagai panggilan untuk evaluasi ulang hermeneutika Bibel dan konteks budaya.

Ormond Church menggambarkan dirinya sebagai komunitas yang berkomitmen untuk mendengarkan firman Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan melayani Yesus bersama, meskipun sikap Tidwell tentang poligami menimbulkan pandangan berbeda baik dari anggota maupun pihak luar.

Penolakan tidak hanya terjadi di kalangan teologis. Tidwell dilaporkan menghadapi pengecualian dari gereja-gereja Kristen lain, dibuktikan dengan surat dari sebuah gereja Anglikan di Missouri yang menolak partisipasi keluarganya dalam ibadah.

Surat tersebut menekankan bahwa monogami adalah keyakinan yang tidak bisa ditawar di komunitas mereka, dan hanya setelah pertobatan dan menerima monogami teologis maka partisipasi baru diizinkan.

Meski demikian, Tidwell tetap berpegang teguh pada pandangannya, dengan menyoroti pentingnya memeriksa Kitab Suci dalam bahasa aslinya dan konteks budaya untuk memahami ketetapan ilahi dengan benar.

Pengumuman dan pembelaan Tidwell terhadap poligami Bibeliah membuka pertanyaan yang lebih luas tentang interpretasi agama, tradisi, dan norma sosial yang berkembang dalam Kekristenan.

Kontroversi ini menyoroti ketegangan antara keyakinan pribadi dan doktrin yang telah mapan, mendorong diskusi yang mendalam tentang hermeneutika, kualifikasi kepemimpinan gereja, dan penerapan teks-teks kuno dalam dunia modern.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alkitabbibelkristenpendetapoligami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 5 Aktivis Hindu Ditangkap Usai Halangi Shalat Jumat di Masjid Sanjauli, Shimla
Tulisan selanjutnya Perluas Permukiman Ilegal, ‘Israel’ Akan Datangkan Ribuan Yahudi India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

20 Juli 2026 12:51
Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

20 Juli 2026 11:05
Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

20 Juli 2026 05:00
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?