Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Adab Basis Pendidikan Holistik, Pakar Tekankan Pentingnya Pembenahan Worldview 

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Desember 2025 08:11 8:11 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Desember 2025 07:59
Bagikan
Dr Ugi Suharto saat mengisi diskusi “Temu Ilmiah Akhir Tahun INSISTS” yang digelar di markas lembaga tersebut, Kalibata, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemikiran tentang adab kembali menempati panggung diskursus pendidikan Islam setelah Dr. Ugi Suharto menjelaskan kerangka pendidikan holistik dalam sebuah diskusi “Temu Ilmiah Akhir Tahun INSISTS” yang digelar di markas lembaga tersebut, Kalibata, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Dalam acara bertema  “Adab sebagai Basis Pendidikan Holistik yang Sebenarnya”  ia menegaskan bahwa adab bukan sekadar etiket, melainkan fondasi pembentukan manusia seutuhnya.

Dalam paparannya, Ugi mengisahkan bahwa kegelisahan intelektualnya bermula sejak 1984, ketika aturan pelarangan jilbab di sekolah negeri memunculkan pertanyaan mendasar tentang arah pendidikan nasional. Pertemuannya dengan Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas kemudian menjadi titik balik yang memperkenalkannya pada konsep pendidikan Islam sebagai at-ta’dib.

“Pendidikan Islam itu bukan sekadar sekolah. Ia adalah proses penanaman adab—pengetahuan yang benar dan tindakan yang benar, yang menyatu menjadi diri manusia,” ujar alumi International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) ini.

Menurutnya, istilah “holistik” dalam pendidikan tidak cukup dipahami sekadar “menyeluruh”. Dalam tradisi keilmuan Islam, holistik merujuk pada upaya membentuk al-insan al-kamil, manusia paripurna yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya berdasarkan hierarki wujud dan ilmu.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Dr. Ugi menegaskan bahwa adab bukan sekadar etiket, tata krama, atau sopan santun permukaan. Adab adalah the absorption of adab into the self (penyerapan adab ke dalam diri).

Menurut cendiawan Muslim yang banyak mengajar di berbagai kampus luar negeri ini, struktur adab dibangun di atas dua pilar yang tak terpisahkan; recognition (pengenalan): aspek kognitif/ilmu; mengetahui kebenaran dan tempat segala sesuatu dan acknowledgement (pengakuan): aspek afektif/amal; ketundukan dan tindakan yang sesuai dengan pengetahuan tersebut.

Intinya, struktur adab bertumpu pada dua pilar: pengenalan (ilmu) dan pengakuan (amal).  Maka, ketimpangan keduanya, akan melahirkan dua penyakit: kesombongan dan kebodohan.

“Tahu tapi tidak mau tunduk itu kesombongan. Tunduk tanpa tahu itu kebodohan. Hilangnya adab muncul dari ketimpangan dua hal ini,” tegas salah satu penggagas lahirnya Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), lembaga riset pemikiran dan peradaban berkantor di Jakarta ini.

Dalam konteks epistemologi, Ugi mengkritik sistem pendidikan modern yang hanya menonjolkan spesialisasi teknis. Banyak akademisi, katanya, meraih gelar doktor untuk ilmu fardhu kifayah, tetapi pengetahuan fardhu ‘ain mereka masih pada tingkat dasar.

“Seharusnya, kalau seseorang menempuh pendidikan sampai S3, maka fardhu ‘ain-nya juga harus level S3. Kalau tidak, ia bisa jadi ahli dalam profesinya, tapi buta tentang siapa dirinya dan Tuhannya,” ujar pria yang juga pengajar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat ini.

Ugi juga menyoroti pentingnya dewesternisasi sebagai langkah awal penataan ulang worldview. Proses ini, menurutnya, bukan berarti menolak Barat secara total, tetapi menyaring unsur sekularisme, ateisme, dan pluralisme yang tidak sejalan dengan Islam, kemudian mengintegrasikan nilai-nilai Islami ke dalam keilmuan modern.

Ia mencontohkan model kerja sama lembaga seperti Ponpes Darussalam Gontor dan institusi tinggi seperti ISTAC atau INSISTS sebagai contoh praktik penggabungan disiplin adab, ilmu alat, dan penguatan worldview.

Menutup paparannya, Ugi mengutip makna hadits  “Addabanī Rabbī fa aḥsana ta’dībī”  yang menurut banyak ulama sahih secara makna.

“Adab itu datangnya dari Tuhan. Rasulullah adalah buktinya. Dan pendidikan yang benar adalah proses menanamkan adab itu kembali ke dalam jiwa manusia,” katanya.

Kajian ini menegaskan kembali bahwa pembaruan pendidikan Islam harus dimulai dari pembenahan cara pandang, penegakan adab, dan integrasi ilmu yang selaras dengan fitrah manusia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:insan kamilINSISTSkeilmuan Islammanusia paripurnapendidikan holistikta'dibUgi Suharto
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid di Elektrostal Digerebek Saat Shalat: 575 Jamaah Diperiksa, 37 Dibawa ke Kantor Militer
Tulisan selanjutnya Kazakhstan Sahkan Denda atas Pemakaian Niqab di Tempat Umum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?