Hidayatullah.com– Kuwait telah menandatangani kesepakatan bernilai $4,1 miliar dengan China untuk penyelesaian pembangunan sebuah pelabuhan raksasa.
Biro Audit Negara, badan pemerintah yang mengawasi penggunaan uang rakyat, hari Senin (22/12/2025), mengatakan bahwa proses engineering, pengadaan barang/jasa, serta kontrak konstruksi Pelabuhan Mubarak al-Kabeer hingga selesai akan menguras kas negara 1,2 miliar dinar ($4,164 miliar).
Perdana Menteri Sheikh Ahmad al-Abdullah al-Ahmad al-Sabah menghadiri penandatanganan kontrak pembangunan Pelabuhan Mubarak al-Kabeer di Pulau Boubyan, lappor media pemerintah seperti dilansir AFP.
Dia mengatakan bahwa proyek kunci itu akan mengukuhkan posisi Kuwait dalam rantai perdagangan dan suplai regional dan global.Pejabat sementara charge d’affaires China Liu Xiang mengatakan bahwa kesepakatan itu merupakan bagian dari “belt and road inisiative” – ide Beijing untuk menghidupkan kembali rute perdagangan masa lampau yang pernah berjaya Jalur Sutra.
Pada tahun 2023, Kuwait menandatangi tujuh MoU dengan China termasuk Pelabuhan M orubarak al-Kabeer Port, serta proyek pemukiman, pengolahan air, serta energi berkesinambungan.*




